Ilustrasi pare. Foto: Pixabay

Ada 5 Efek Samping Pare Jika Dikonsumsi Berlebihan, Bisa Picu Aritmia Jantung

Pare mengandung segudang nutrisi bermanfaat bagi kesehatan, termasuk vitamin A dan C. Sayuran bernama ilmiah Momordica charantia merupakan tanaman merambat dari daerah tropis tergolong keluarga labu.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pare merupakan sayuran yang kerap dijumpai dalam masakan Nusantara mengandung mineral nabati, kalsium, dan fosfor. Kandungan protein tertentu dan vitamin C di dalamnya dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Sementara vitamin A, turut menjaga dan meningkatkan kesehatan kulit serta fungsi penglihatan. Tanaman ini mengandung senyawa bisa bertindak seperti hormon insulin dalam mengelola kadar gula darah menjadi energi.

Tak heran, pare sering dikonsumsi untuk menurunkan gula darah, terutama pada penderita diabetes.

Sebuah penelitian menyebutkan, pare mengandung alphamomorchorin, betamomorchorin, dan momordica antiviral protein 30 (MAP30) sebagai anti Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Namun, mengonsumsi pare berlebih bisa menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan. Dikutip dari kompas.com, berikut 5 efek samping mengonsumsi pare:

Diare

Secara khusus, kandungan serat yang tinggi pada pare mampu mencegah susah buang air besar atau sembelit.

Dilansir dari Healthline, mengonsumsi pare berlebihan dikaitkan dengan masalah pencernaan, terutama diare dan sakit perut.

Keracunan

Berpotensi menyebabkan keracunan. Lebih sering terjadi pada anak-anak, gejala keracunan tersebut meliputi sakit di bagian kepala, sakit perut, mual, hingga muntah.

Potensi Keguguran

Ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi pare lantaran berpotensi menyebabkan keguguran. Efek samping ini berkat kandungan emmenagogue terkandung dalam pare.

Emmenagogue memicu peningkatan aliran menstruasi atau luruhnya dinding rahim karena tak ada pembuahan. Kondisi ini bisa memicu kontraksi pada ibu hamil, bahkan keguguran jika dikonsumsi secara berlebihan.

Irama Jantung Tak Teratur

Efek samping konsumsi pare secara berlebihan dikaitkan dengan irama jantung menjadi tidak teratur.

Jantung terasa berdebar kencang, memicu penggabungan atau penggumpalan darah di salah satu sisi jantung, disebut aritmia.

Aritmia adalah gangguan kesehatan membuat pengidapnya mengalami detak jantung tidak teratur, baik lebih cepat maupun lebih lambat. Permasalahan irama jantung ini pada umumnya tidak berbahaya.

Namun, jika detak jantung terasa tidak biasa, maka bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian mendadak.

Interaksi Obat

Mengonsumsi pare bersamaan dengan obat penurun gula darah bisa menimbulkan interaksi tidak diinginkan.

Interaksi pare dan obat-obatan diabetes, insulin, phenformin, chlorpropamine, serta glyburide, mampu mengakibatkan hipoglikemia berat.

Hipoglikemia merupakan gangguan kesehatan terjadi saat kadar gula dalam darah berada di bawah normal.(*)

Artikel Terkait