Ilustrasi anak bermain dengan banyak mainan. Foto: Freepik

Anak Sebaiknya Tidak Diberikan Banyak Mainan, Ini Hasil Studinya

Orangtua kerap memanjakan anak dengan memberikan banyak mainan dari harga murah hingga mahal. Anak-anak selalu senang memainkannya.

Ternyata, sebuah penelitian mengungkapkan terlalu banyak mainan tidak baik bagi perkembangan anak. Justru, sedikit mainan dimiliki akan lebih bermanfaat dalam perkembangan kognitif hingga meningkatkan kualitas bermainnya.

Para peneliti di University of Toledo mengajak 36 balita untuk bermain di sebuah ruangan dengan masing-masing empat dan 16 mainan selama setengah jam.

Anak-anak diawasi, tetapi tidak diberikan petunjuk apa pun tentang apa yang harus dilakukan dengan mainan tersebut. Dari temuan peneliti, terungkap fakta menarik mengenai berapa jumlah mainan bisa memicu kreativitas anak.

Temuan diterbitkan ke dalam jurnal Infant Behavior and Development menunjukkan, balita bermain dengan sedikit mainan justru bermain dengan setiap mainan lebih lama, dan menemukan lebih banyak cara menggunakan mainan itu.

Sedangkan, anak memiliki banyak mainan, hanya sedikit mengeksplorasi setiap mainannya, dan cenderung lebih cepat beralih ke mainan lain. 

Mereka mendapati hal tersebut mematikan kreativitas anak, menghambat pengembangan keterampilan hidup yang penting hingga dewasa kelak, hingga menimbulkan masalah seperti rentang perhatian dari orangtua dan meningkat persaingan antarsaudara.

Banyak Mainan Memicu Gangguan Perkembangan

Terlalu banyak mainan bisa menyebabkan anak overstimulasi secara sensori, dan menurun rasa tanggung jawab terhadap barang dan mainannya.

Padahal menemukan cara baru menggunakan mainan dianggap sebagai tanda kreativitas, sehingga para peneliti menyimpulkan balita bisa memperluas imajinasi dengan lebih sedikit mainan.

Para peneliti menyebutkan, terlalu banyak mainan bisa menimbulkan gangguan menghambat perkembangan balita.

"Selama masa balita, anak-anak berkembang, tetapi mungkin belum menguasai kendali diri yang lebih tinggi atas perhatian," tulis peneliti.

"Perhatian dan permainan mereka mungkin terganggu oleh faktor-faktor di lingkungan mereka yang menimbulkan gangguan," jelasnya.

Sebagai salah satu cara agar anak menjadi kreatif dengan mainan, orangtua bisa menyisihkan mainan untuk disumbangkan atau diberikan kepada orang lain jika merasa anak mempunyai terlalu banyak mainan di rumah.

Orangtua bisa meningkatkan kreativitas balita tanpa harus membuang semua mainannya.

Caranya, simpan seluruh mainan di sebuah lemari, dan keluarkan sedikit saat anak ingin bermain. Hal ini bisa memperluas imajinasi anak untuk lebih kreatif. Anak tidak benar-benar kehilangan mainannya, tetapi ia akan menggunakan otaknya tanpa merasa terbebani oleh pilihan yang banyak. 

Claire Lerner, psikoterapis di Amerika mengkhususkan diri pada perkembangan anak usia dini dan keluarga, melakukan penelitian didanai pemerintah tentang topik ini.

Temuannya menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kewalahan dan terlalu terstimulasi serta tidak bisa berkonsentrasi pada satu mainan cukup lama untuk belajar.

Joshua Becker, pendiri dan editor situs web, Becoming Minimalist dan penulis buku, “ Clutterfree with Kids ” menggemakan temuan Claire Lerner dan pemikiran Dr. Willard tentang lebih sedikit mainan untuk anak-anak.

Ketika anak-anak mempunyai lebih sedikit mainan:

  • Penggunaan imajinasi bisa menjadi lebih berkembang sepenuhnya
  • Rentang perhatian menjadi lebih panjang
  • Keterampilan sosial ditingkatkan ketika anak-anak berinteraksi satu sama lain
  • Anak-anak belajar lebih menjaga apa yang mereka miliki
  • Membuka anak-anak mengeksplorasi aktivitas artistik seperti musik dan seni
  • Peningkatan pengembangan keterampilan pemecahan masalah
  • Lebih sedikit pertengkaran dan lebih banyak berbagi antar anak
  • Lebih banyak peluang menjelajahi alam
  • Lebih sedikit kekacauan rumah tangga.(*)

Artikel Terkait