Ilustrasi perempuan mengalami depresi. Foto: Freepik

Banyak Kasus Bunuh Diri, Kenali Tanda-tanda Perlu Diwaspadai

Seorang mahasiswi berinisial E (18) ditemukan tewas di halaman salah satu kampus di Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (4/10/2024) malam.

Ada dugaan, E mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di tempatnya mengenyam Pendidikan.

"Korban tergeletak di depan kampus. Diduga bunuh diri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/10/2024).

Informasi diterima polisi sesuai hasil rekaman CCTV memperlihatkan korban selalu sendiri sejak pagi hingga malam sebelum E diduga bunuh diri.

Bunuh diri sering kali dianggap sebagai isu sensitif jarang dibahas secara terbuka. Pandangan ini memperkuat stigma dan membuat banyak orang menderita gangguan mental merasa terisolasi.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 700.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun, angka di Indonesia terus meningkat setiap tahun.

Pada 2023, Polri mencatat ada peningkatan kasus bunuh diri menjadi 1.350 kasus, naik dari 826 kasus pada tahun sebelumnya.

Tanda-tanda Bunuh Diri

Melansir Alodokter, cara pencegahan bunuh diri paling penting diketahui adalah mengenali tanda-tandanya. Meski tidak selalu bisa dikenali, bukan berarti tindakan maupun pikiran bunuh diri sulit diketahui.

Ada beberapa tanda mungkin ditunjukkan orang ingin bunuh diri. Tanda-tanda tersebut perlu dikenali sebagai langkah pencegahan bunuh diri:

  • Sering membicarakan kegelisahan dialaminya
  • Sering membicarakan tentang kematian
  • Merasa putus asa dan tidak memiliki gairah hidup
  • Mudah marah secara tiba-tiba
  • Kehilangan nafsu makan hingga berat badan berkurang
  • Sulit tidur dan kerap merasa sedih, cemas, atau stres
  • Menarik diri dari aktivitas sehari-hari dan interaksi dengan orang lain
  • Kecanduan alkohol
  • Menyimpan dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba)
  • Selain itu, tanda lain paling berbahaya adalah saat seseorang mengucapkan perpisahan kepada orang-orang terdekat dan terlibat dalam aktivitas mempertaruhkan nyawa atau percobaan bunuh diri.

Langkah Pencegahan

Ketika menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidup, ada beberapa langkah dilakukan sebagai upaya pencegahan bunuh diri.

Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Ajak berdiskusi dan jadilah pendengar yang baik

Saat sedang mencurahkan segala keluh kesahnya, jangan sekali-kali langsung menawarkan solusi apalagi menasihati. Tetaplah diam dan menjadi pendengar yang baik sebagai pencegahan bunuh diri.

2. Bantu selesaikan masalah semampu Anda

Cobalah menawarkan bantuan apa saja yang mungkin dibutuhkan. Yakinkan bahwa bantuan permasalahan sedang dihadapi akan diberikan semaksimal mungkin, sebagai pencegahan bunuh diri.

3. Jangan biarkan kesepian

Karena bunuh diri sering kali dilakukan secara diam-diam, sebisa mungkin jangan biarkan sendirian dan temani agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.

4. Ajak menemui psikolog atau psikiater

Bila memang usaha belum juga berhasil merubah niat atau sikap melakukan bunuh diri, satu-satunya jalan terbaik mengajak ke psikiater.

Himbauan

Bila mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Selain itu, bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) [email protected].(*)

Artikel Terkait