Ilustrasi elkukn SADARI untuk mendeteksi kanker payudara. Foto: Freepik

Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara, Wajib Tahu!

Bulan Oktober merupakan bulan kesadaran kanker payudara guna meningkatkan perhatian masyarakat mengenai penyakit kanker ganas tertinggi dialami perempuan.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022 menunjukkan sebanyak 2,3 juta perempuan di dunia didiagnosis menderita kanker payudara. Jenis kanker ini menyerang perempuan dari berbagai usia.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2020, jumlah perempuan terkena kanker payudara tercatat 65.858 orang.

Ilustrasi kampanye kesadaran kanker payudara. Foto: Freepik

Angka ini menjadikan kanker payudara menempati peringkat pertama sebagai jenis kanker dengan kasus terbanyak.

Perempuan seharusnya lebih sadar soal kanker payudara. Namun, masih banyak mitos terkait kanker payudara yang beredar dan dipercaya masyarakat.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut mitos dan fakta kanker payudara bisa dicegah melalui deteksi dini.

Periksa Payudara Hanya Perempuan Dewasa

Tidak perlu menunggu sampai tua memeriksa payudara meski penyakit ini lebih berisiko untuk perempuan berumur. Deteksi dini penting demi mencegah penyakit memburuk. Semakin lambat ditangani, pengobatan kian panjang.

Setelah menstruasi, remaja belajar memeriksa payudara sendiri pada hari ketujuh hingga kesepuluh setelah hari pertama menstruasi. Jika ada benjolan, segera periksakan kepada dokter. Pemeriksaan payudara bisa dilakukan oleh tenaga medis untuk hasil lebih tepat.

Alat skrining sangat sensitif dalam mendeteksi adalah mammografi atau mammogram ditujukan untuk orang berusia 40 tahun ke atas.

Bra Kawat Berkaitan dengan Kanker Payudara

Anggapan pemakaian bra berkawat dalam menyokong payudara memicu kanker adalah mitos. Sama sekali tidak ada hubungan antara bra dan kanker payudara. Bra adalah pakaian dalam berfungsi menyokong payudara. Jenis dan bahan bra tergantung kenyamanan pemakai.

Tidak Menggunakan Bra Berkawat saat Tidur

Faktanya, belum ada riset kredibel terkait hal ini. Melansir Cancer Council, belum ada penjelasan ilmiah soal penggunaan bra berkawat bisa menyebabkan kanker payudara karena menghambat aliran getah bening.

Kanker Payudara Hanya Dialami Perempuan Usia 40 Tahun Ke Atas

Kanker ini bisa terjadi pada perempuan usia muda. Menurut National Breast Cancer Foundation, di Amerika Serikat, sebanyak 9 persen ditemukan kasus perempuan di bawah usia 45 alami kanker payudara.

Di Indonesia, belum diketahui secara pasti jumlah perempuan muda terkena kanker payudara. Namun, komunitas warriors dan survivors kanker payudara Indonesia, Lovepink, mengungkapkan ada banyak anggota muda sudah terkena kanker ini.

Rasa Sakit Payudara Bukan Tanda Kanker Payudara

Terkadang menjadi khawatir saat payudara tiba-tiba terasa sakit. Padahal, belum tahu secara pasti apakah mengarah kanker payudara. Menurut Kemenkes, bisa mengetahui secara pasti dari hasil pemeriksaan ke dokter.

Di sisi lain, perlu menurunkan faktor risiko kanker payudara dengan gerakan Periksa Payudara Sendiri (SADARI), 7-10 hari setelah menstruasi. Beberapa hal cukup umum adalah melihat apakah ada benjolan atau pembengkakan pada payudara.

Ada Makanan Pemicu Kanker

Ahli mengungkapkan kanker payudara muncul karena berbagai faktor, sehingga tidak bisa disimpulkan bahwa makanan tertentu pasti menyebabkan kanker.

Setiap orang bisa mengurangi risiko terkena kanker dengan cara menjaga gaya hidup sehat. Salah satunya, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dimasak dengan cara menyehatkan. Batasi makanan manis, makanan berlemak serta kurangi konsumsi makanan yang digoreng dan dibakar.

Kanker Payudara Hanya Terjadi Kepada Perempuan

Memang sebagian besar penderita kanker payudara adalah perempuan, tapi penyakit ini juga bisa terjadi kepada laki-laki meski jumlahnya sedikit, proporsinya hanya 1:100. Umumnya, kanker payudara pada laki-laki ditemukan di usia lanjut.

Gejalanya sama seperti perempuan, yakni muncul benjolan di payudara. Mengingat ukuran payudara laki-laki umumnya lebih kecil, benjolan itu bisa lebih mudah dideteksi. Benjolan yang harus diwaspadai adalah benjolan yang terus membesar dan batas permukaannya terasa tidak jelas, tidak seperti meraba sebuah kelereng.(*)

Artikel Terkait