Ilustrasi pemasangan IUD. Foto: Freepik

Pemakaian IUD Berisiko Kanker Payudara, Ini Hasil Studinya

Kontrasepsi IUD (intrauterine device) hormonal cukup banyak dipilih perempuan untuk menunda kehamilan. IUD merupakan alat kontrasepsi mengandung hormon levonorgestrel atau jenis sintetik progesteron, dimasukkan ke dalam rahim mencegah kehamilan dalam waktu 8 tahun. Banyak penelitian mengungkap manfaat IUD sebagai alat kontrasepsi.

Belum lama ini, ada studi mengaitkan penggunaan IUD dengan risiko kanker payudara. Salah satunya studi terbaru diterbitkan di jurnal medis JAMA.

Hasil penelitian diterbitkan di jurnal JAMA pada Rabu (16/10/2024) menemukan risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi hormonal terbilang lebih kecil dibandingkan faktor gaya hidup lainnya.

Menurut Euro News, penelitian tersebut dilakukan oleh Institut Kanker Denmark melibatkan seorang ahli endokrinologi reproduksi di Imperial College London Dr. Channa Jayasena.

Jayasena mengamati lebih dari 78.000 perempuan berusia 15 dan 49 tahun menggunakan KB IUD. Penelitian dilakukan selama dua dekade.

Hasilnya mengejutkan lantaran KB IUD dianggap memiliki risiko rendah terhadap kanker payudara dibandingkan pil hormonal karena KB jenis ini memasukkan lebih sedikit hormon ke dalam rahim.

Studi menyimpulkan, perempuan menggunakan KB IUD memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan perempuan tidak KB.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta, dr. Muhammad Fadli, Sp.O.G mengakui bahwa selama ini banyak rumor mengenai penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti IUD.

"Kebanyakan mitos, untuk hasil penelitian juga itu masih tergolong sangat kecil risikonya. Jadi, aman saja menggunakan IUD," kata Fadli dikutip dari CNNIndonesia.

Penggunaan IUD sebagai alat kontrasepsi memang memicu beberapa hal pada tubuh perempuan. Misalnya saat menstruasi, jumlah darah yang keluar saat haid akan lebih banyak.

“Selain itu, di hari-hari awal saat haid setelah menggunakan IUD. Saat itu rasa sakit cramping juga biasanya terjadi," kata dia.

Tetapi untuk kanker, baik itu payudara maupun kanker rahim, semuanya masih terlalu dini untuk dipercaya.(*)

Artikel Terkait