Ilustrasi anak neurodivergent berwisata di oceanarium. Foto: Freepik

Rekomendasi Wisata untuk Neurodivergent

Pengalaman wisata bagi para neurodivergent sangat penting untuk diperhatikan. Berwisata adalah hak semua orang, termasuk individu neurodivergent, seperti anak memiliki autisme.

Neurodivergent mengacu pada individu dengan variasi cara otak bekerja, misalnya mereka mengalami autisme, ADHD (gangguan perhatian dan hiperaktivitas), cerebral palsy, sindrom Tourette, disleksia, dyspraxia, dan jenis variasi neurologis lainnya.

Anak-anak yang tergolong dalam kelompok ini memiliki keunikan dan cara hidup berbeda dari anak-anak umumnya, serta memiliki tantangan dan kekuatan bervariasi.

Bagi banyak keluarga dengan anak neurodivergent, merencanakan kegiatan wisata bisa menjadi tantangan. Berbagai faktor seperti hambatan sensorik, perilaku berulang, perubahan rutin, serta tantangan komunikasi dan interaksi sosial sering mempersulit kegiatan ini.

Salah satu tempat bisa dikunjungi bagi anak neurodivergent di Sea World dan Ocean Dream Samudra Ancol, Jakarta. Di sini, anak bisa mengikuti aneka kegiatan.

Mengutip detik.com, ada orangtua membagikan kegiatan putrinya. Sang anak bersekolah di salah satu sekolah luar biasa (SLB) swasta di Bandung, setiap tahun diadakan outing class berupa kegiatan wisata bersama orangtua dan para guru.

Tahun 2024, kegiatan ini dilakukan di Sea World dan Ocean Dream Samudra Ancol, Jakarta. Perjalanan dari Bandung ke Jakarta menggunakan bus pariwisata pada pagi hari.

Anak-anak begitu antusias mengikuti kegiatan. Ada beberapa anak awalnya merasa cemas karena ada perubahan rutinitas seperti harus bangun tidur lebih pagi dan baru pertama kali melakukan perjalanan secara bersama-sama memakai bus.

Pukul 10.00 WIB rombongan tiba di Sea World Ancol, destinasi wisata pertama dikunjungi. Para murid SLB dan orangtua mengantre per kelas bersama wali kelas untuk masuk ke dalam Sea World.

Orangtua merasa lega karena rombongan terpisah dari pengunjung umum. Anak-anak langsung terpesona melihat berbagai satwa laut di akuarium besar dan terowongan bawah laut, meski suasana cukup gelap.

Pukul 11.00 WIB, menyaksikan atraksi pemberian makan kepada satwa laut oleh penyelam profesional di akuarium utama. Setelah pertunjukan selesai, mengambil waktu untuk makan siang, istirahat, serta sesi foto bersama.

Pukul 12.30 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan ke Ocean Dream Samudra, berlokasi tidak jauh dari Sea World.

Selanjutnya, para peserta menikmati berbagai atraksi menarik seperti lumba-lumba, singa laut, dan atraksi lain, termasuk wahana seru seperti Cinema 5D dan permainan carousel.

Orangtua mengaku pengalaman berwisata ini sangat berkesan. Dengan outing semacam ini, anak-anak neurodivergent dan orangtua bisa menikmati pengalaman wisata yang nyaman dan menyenangkan.

Orangtua berharap, melalui kegiatan outing ini, masyarakat lebih mengenal keberadaan kaum neurodivergent dan memandang mereka bukan sebagai individu dengan kelemahan, melainkan sebagai bagian penting dari keberagaman masyarakat.(*)

Artikel Terkait