Program MBG Sejak Dini Mendorong Lahirnya Kualitas SDM Dimasa Depan
Sosialisasi program MBG dilakukan dengan tujuan untuk memberi pemahaman ke masyarakat tentang pentin
Susah buang air besar atau sembelit dalam bahasa medis disebut konstipasi. Kondisi ini terjadi ketika frekuensi buang air besar (BAB) berkurang.
Frekuensi BAB setiap orang bisa berbeda-beda, sehingga tidak ada patokan mengenai berapa kali normal buang air besar dalam sehari atau seminggu.
Tidak buang air besar selama lebih dari 3 hari atau frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu menjadi tanda mengalami susah buang air besar.
Ada beberapa penyebab susah buang air besar, dikutip dari berbagai sumber:
Gaya hidup tidak sehat
Pola makan tidak sehat, seperti kurang mengonsumsi serat atau cairan, bisa memicu konstipasi.
Kehamilan
Sekitar 40 persen perempuan hamil mengalami konstipasi terutama trimester awal kehamilan. Susah buang air besar saat hamil biasanya tidak berbahaya.
Namun, dianjurkan memeriksakan diri ke dokter bila susah buang air besar disertai gejala nyeri perut atau keluar darah saat BAB.
Kebiasaan menunda buang air besar
Perilaku menunda bisa menjadi salah satu penyebab susah buang air besar.
Pengaruh obat-obatan
Obat-obatan bisa berupa suplemen kalsium dan zat besi, obat antiepilepsi dan antidepresan, obat diare, obat diuretik, serta obat pereda nyeri golongan narkotik, seperti morfin.
Kondisi medis tertentu
Konstipasi bisa terjadi ketika seseorang mengalami penyakit radang usus, kanker usus besar, hingga kelainan saraf, seperti multiple sclerosis, stroke, penyakit Parkinson, atau cedera saraf tulang belakang.
Faktor psikologis
Gangguan psikis bisa menjadi penyebab susah buang air besar. Gangguan psikis ini meliputi stres, kecemasan, depresi, trauma kekerasan, atau pelecehan seksual.
Disarikan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) dan Mayo Clinic, berikut beberapa cara agar BAB cepat keluar, dikutip dari berbagai sumber.
1. Konsumsi makanan tinggi serat
Serat akan membuat tinja semakin besar dan mengandung air lebih banyak sehingga akan lebih mudah dikeluarkan dari usus. Beberapa makanan tinggi serat bisa dikonsumsi, yakni buah, sayur, dan kacang-kacangan.
2. Minum air putih yang cukup
Air putih bisa membuat tinja menjadi lebih lunak dan mencegah kembung bisa dialami ketika konsumsi serat meningkat.
3. Berolahraga
Olahraga secara teratur bisa membuat tinja lebih mudah keluar lewat usus.
4. Menghindari kebiasaan menahan BAB
Anda bisa segera buang air besar saat perut terasa mulas, atau memiliki jadwal teratur, seperti setiap 15-45 menit setelah makan.
5. Mengonsumsi obat pencahar
Obat pencahar bisa membantu tinja untuk keluar lebih mudah dari usus.
6. Minum obat dari dokter
Konsumsi obat dari dokter mungkin akan diperlukan jika cara-cara sebelumnya tidak bisa mengatasi sulit BAB.(*)