Program MBG Sejak Dini Mendorong Lahirnya Kualitas SDM Dimasa Depan
Sosialisasi program MBG dilakukan dengan tujuan untuk memberi pemahaman ke masyarakat tentang pentin
Anak hiperaktif perlu dirawat dan didampingi dengan kesabaran serta tenaga ekstra agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, orang tua perlu memahami perilaku mereka dan cara mengasuhnya.
Hiperaktif adalah kondisi anak tidak bisa diam atau bahkan sulit untuk fokus. Hiperaktivitas bisa menjadi pertanda anak memiliki ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder).
ADHD adalah gangguan perilaku membuat anak terlihat gelisah, kesulitan berkonsentrasi, atau sering bertindak tanpa berpikir panjang mengenai akibatnya (impulsif).
Anak hiperaktif biasanya susah memusatkan perhatian, beraktivitas fisik berlebihan, dan bereaksi cepat tanpa pikir panjang.
Jika tidak terkontrol dengan baik, perilaku ini bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebab, anak mungkin tidak bisa memperkirakan dampak akibat dari perilakunya.
Ciri-ciri ADHD bisa dilihat saat anak masih berusia dini dan akan semakin terlihat ketika anak harus masuk ke suatu lingkungan baru, misalnya mulai masuk sekolah.
Karenanya, kebanyakan kasus ADHD terdiagnosa saat anak masih berusia di bawah 12 tahun. Namun, ada juga kasus ADHD tidak terdiagnosa saat masa kanak-kanak dan terbawa sampai masa dewasa.
Melansir berbagai sumber, berikut cara mengontrol perilaku anak hiperaktif:
1. Membangun kehidupan anak yang terorganisir dan terstruktur
Bantu anak dalam mengelola kehidupannya, seperti mengatur waktu beraktivitas atau menjaga lingkungannya tetap rapi. Berikan instruksi terstruktur, singkat, dan spesifik.
Misalnya, saat mainan atau buku berantakan maka bisa memintanya untuk menaruh mainan kembali ke kotak mainan dan mengembalikan buku ke raknya. Setelah anak melakukannya, berikan ia pujian.
2. Menciptakan waktu tidur yang teratur
ADHD bisa menyebabkan masalah tidur membuat gejalanya semakin parah. Ciptakan waktu tidur anak yang baik dengan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Hindari bermain komputer atau menonton TV sebelum tidur karena mengganggu waktu istirahatnya.
3. Menerapkan disiplin positif pada anak
Terapkanlah disiplin yang tegas dengan penuh kasih sayang. Bisa melakukannya dengan cara menghargai perilaku baik yang anak lakukan dan mencegah perilaku negatif yang berada di luar kendali.
Jangan hanya mengucapkan terima kasih ketika ia membantu Anda, tetapi singgung pula usaha yang ia lakukan, seperti “Terima kasih sudah membantu ibu mencuci piring.” Dengan cara ini, anak menjadi tahu tindakan apa saja yang tergolong baik.
4. Menghabiskan waktu bersama anak
Luangkan waktu setiap hari untuk sekadar berbincang dan beraktivitas bersama anak. Berikan anak perhatian penuh dan pujilah perilaku positif yang ia lakukan.
Anda bisa menghabiskan waktu bersama anak dengan melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan keliling komplek atau berolahraga. Namun, pastikan ia tidak melakukan aktivitas terlalu berat saat dekat dengan waktu tidurnya.
5. Membina hubungan keluarga yang sehat
Hubungan antara semua anggota keluarga berperan besar mengelola atau mengubah perilaku anak hiperaktif. Pasangan suami istri dengan ikatan yang kuat sering kali merasa lebih mudah menghadapi tantangan menjadi orangtua.(*)