Penampilan sanggar tari Gantari Gita Khatulistiwa pada Asia Arts Festival Singapura 2024. Foto: Instagram

Gantari Gita Khatulistiwa dan Embun Pagi Islamic School Borong Trofi di Asia Arts Festival Singapura

Pemuda-pemudi Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang kompetisi folkore internasional The 11th Asia Arts Festival 2024 di Kreta Ayer People’s Theater, Singapura, pada Jumat (19/07/2024) sore.

Sanggar tari dan musik tradisi Gantari Gita Khatulistiwa (GGK) Jakarta Timur berhasil meraih empat piala, yaitu gold trophy untuk kategori folk dance big group, gold trophy untuk kategori folk music ensemble, serta dua trophy kategori solo folk dance, yaitu Queena Cayla Shaumania meraih gold trophy, dan Maritza Bintang Xenia meraih Silver Trophy.

Foto: Dok. GGK

Selain itu, Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa memfasilitasi keikutsertaan Embun Pagi Islamic School meraih prestasi membanggakan pada kompetisi ini, yaitu Silver Trophy untuk kategori folk dance medium group, dan Silver Trophy untuk kategori solo folk dance atas nama Naysa Putri Norman.

Pimpinan Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa, Leo Mokodompit, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian Gantari Gita Khatulistiwa dan Embun Pagi Islamic School, meskipun waktu persiapannya hanya satu setengah bulan.

“Alhamdulillah dalam waktu persiapan cukup singkat, adik-adik kami bisa menampilkan performa terbaik mereka dan menorehkan prestasi yang gemilang,” ungkap Leo Mokodompit.

“Total ada 45 penampil dari Gantari Gita Khatulistiwa dan 27 penampil dari Embun Pagi Islamic School, semuanya bersama-sama berjuang mempersembahkan prestasi di berbagai kategori untuk Indonesia,” lanjutnya.

Dewan juri terdiri dari seniman ahli di bidang seni pertunjukan, hingga tim koreografer dan pelatih GGK yaitu Abdul Aziz, Nurul Abidin, Deby Hapsari, Edo Prima Riyanda, dan Dinda Suganda, dipimpin oleh Artistic Directors GGK, Donny Yoshinda dan Cheelvy, semaksimal mungkin mencurahkan ide dan pikiran dalam penciptaan koreografi tari kreasi baru Betawi yaitu Tari None serta komposisi musik ensemble berjudul Gending Nusantara agar mampu memukau dewan juri dan penonton.

“Dua penampilan solo tari GGK menampilkan Tari Pajingga Asa dan tari Kembang Selaras melalui proses latihan intensif hingga mereka bisa tampil maksimal,” tambahnya.

Perwakilan orangtua Sanggar GGK, Astri Restya, mengucapkan selamat kepada tim tari dan ensemble Gantari Gita Khatulistiwa berhasil kembali mengharumkan nama Indonesia dengan meraih tiga gold trophies dan satu silver trophy.

“Sungguh perjuangan luar biasa, kerja keras dari Tim GGK yang harus diapresiasi. Kami selaku orangtua peserta didik berterima kasih dan bangga bisa menjadi bagian dari keluarga sanggar Gantari Gita Khatulistiwa,” ujarnya.

Assistant Managing Director Embun Pagi Islamic School, Ririn Samarindawani mengungkapkan rasa bangga terhadap pencapaian peserta didiknya.

Tim Embun Pagi Islamic School tingkat SD berpartisipasi pada kategori folk dance menampilkan tari kreasi baru Betawi baru Betawi berjudul Tari Kudu Main Kudu Girang dengan koreografer guru tari Embun Pagi, Ria Zuriah.

Tingkat SMP berpartisipasi pada kategori folk music ensemble dengan alat musik utama angklung yang diaransemen oleh guru musik Embun Pagi, Christina Febriyanti Lolita.

Sedangkan kategori solo vocal diikuti oleh siswi tingkat SMA.

“Seluruh peserta kompetisi dari Embun Pagi Islamic School sangat semangat dalam mempersiapkan penampilan untuk event ini. Saat tampil mereka bisa memancarkan energi yang membuat semua dewan juri dan penonton terpukau. Apalagi dengan balutan baju adat yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara,” tambahnya.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur, Berkah Shadaya, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa telah mendapatkan gelar juara beberapa kategori di ajang the 11th Asia Arts Festival 2024, Singapura.

“Rasa bangga kami kepada Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa yang terus menorehkan prestasi pada beberapa ajang yang diikutinya, baik nasional maupun internasional. Mudah-mudahan prestasi yang telah diraih GGK dapat menjadi contoh bagi sanggar-sanggar seni yang ada di Jakarta Timur. Terus semangat, terus berlatih, dan tunjukkan prestasi.”

Sanggar Gantari Gita Khatulistiwa adalah sanggar di bawah pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur sejak 2013 secara konsisten dan proaktif memberikan pelatihan tari dan musik tradisi Nusantara kepada generasi muda agar lebih mengenal, mau mempelajari, menguasai, dan mahir menampilkan tari dan musik dari berbagai daerah di Indonesia.

Berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional diraih selama satu dekade terakhir.

Dengan semangat “Muda Cinta Budaya,” Gantari Gita Khatulistiwa berkomitmen menyebarkan semangat generasi muda menjaga dan melestarikan seni budaya Nusantara, sesuai dengan motto GGK: “Our Culture, Our Pride” dan “Muda Cinta Budaya.”

The Asia Arts Festival (AAF) sejak tahun 2013 menyediakan platform bagi para musisi dan penari dari semua genre menampilkan bakat, keterampilan, dan bentuk seni mereka di hadapan panel juri ternama.

AAF diikuti lebih dari 2.600 peserta, lebih dari 20 negara termasuk Asia dan belahan dunia lain seperti Rusia, Jerman, Skotlandia, Selandia Baru, Indonesia, Malaysia, dan lain-lain.(*)

Artikel Terkait