Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Sosialisasi Program MBG di Sukabumi, Anggota DPR RI Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Pengawasan

Sukabumi, Jawa Barat (14/3) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Balcony Hotel, Kota Sukabumi pada Jumat, (13/3).

Sosialisasi program MBG ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, Anggota DPRD Kota Sukabumi, Iyus Yusuf, perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta diikuti oleh ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin menegaskan bahwa sosialisasi program MBG penting dilakukan agar masyarakat memahami secara utuh mekanisme pelaksanaan program sekaligus dapat ikut mengawasi implementasinya di lapangan.

Zainul menjelaskan bahwa saat ini berbagai informasi mengenai program MBG banyak beredar di media sosial, termasuk berbagai kritik yang disampaikan masyarakat terkait kualitas menu maupun pelaksanaan program di sejumlah daerah.

“Pada kesempatan ini saya sengaja datang lebih awal untuk mencoba menjawab beberapa persoalan yang mungkin sering Bapak dan Ibu temukan di lapangan, khususnya terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Zainul.

Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat merupakan bagian dari kontrol publik terhadap program pemerintah. Ia menilai kritik yang objektif dan disertai data justru dapat membantu pemerintah memperbaiki pelaksanaan program agar semakin baik.

“Bagi kami di Komisi IX DPR RI, kritik dari masyarakat merupakan hal yang wajar dan tidak menjadi masalah. Kritik tersebut justru merupakan bagian dari hak masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap program pemerintah,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa informasi yang lengkap sangat penting agar Badan Gizi Nasional dapat melakukan pengecekan secara langsung terhadap laporan yang disampaikan masyarakat.

Selain itu, Zainul juga menegaskan bahwa setiap menu dalam program MBG harus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan, yakni mengandung unsur karbohidrat, protein, dan serat. Ketiga komponen tersebut menjadi dasar dalam penyusunan menu makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

“Dalam program MBG terdapat beberapa komponen gizi yang wajib dipenuhi dalam setiap menu, yaitu karbohidrat, protein, dan serat. Karbohidrat dapat berasal dari nasi atau sumber pangan lainnya, protein bisa berasal dari telur, tahu, tempe, atau susu, sedangkan serat dapat diperoleh dari sayur atau buah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zainul juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program MBG di daerah masing-masing. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting mengingat luasnya cakupan program yang dijalankan secara nasional.

“Oleh karena itu, kami di Komisi IX DPR RI sangat mendorong masyarakat untuk tetap aktif mengawasi pelaksanaan program MBG. Peran masyarakat sangat penting untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat semakin memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan program MBG, sekaligus dapat berperan aktif dalam memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Artikel Terkait