Ilustrasi liburan ke Jepang. Foto: Freepik

10 Hal Ini Paling Dibenci Wisatawan Saat Liburan ke Jepang

Jepang merupakan salah satu negara maju di kawasan Asia. Meski didukung teknologi canggih dan mutakhir, namun sektor pariwisata masih ada dinilai kurang memuaskan.

Sebuah situs perjalanan Jepang fokus pada turis, Good Luck Trip melakukan survei kepada sejumlah wisatawan untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap fasilitas yang tersedia di Jepang.

Survei dilakukan secara online dan disebar kepada orang-orang yang sebelumnya pernah mengunjungi Jepang. Pihak survei ingin mengetahui apa saja yang bikin mereka tidak nyaman atau bahkan sampai kesal saat liburan di Jepang.

Hasil survey Good Luck Trip, setidaknya ada 891 tanggapan yang mereka terima tentang keresahan hati saat berlibur di Negeri Sakura. Dari semua tanggapan itu, pihaknya merilis 10 hal teratas yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman ketika berlibur di Jepang.

Nomor satu, penggunaan WiFi. Sebanyak 31,5 persen responden mengaku sulit menemukan WiFi di ruang publik Jepang. Biasanya, mereka akan menemukan WiFi di restoran atau kafe, namun tanda atau logo WiFi sering tersembunyi dan hanya ada dalam bahasa Jepang.

Nomor dua, wisatawan sulit berkomunikasi dengan sejumlah staf atau pegawai, seperti di restoran dan toko.

Nomor tiga, para turis mengeluh minim papan petunjuk ditulis dalam bahasa Inggris. Alhasil mereka cukup kesulitan memahaminya.

Meski begitu, ada beberapa tempat di Jepang menyediakan papan informasi berbahasa Inggris, misalnya di mal besar ataupun restoran internasional.

Selain itu, ada juga staf atau pegawai bisa berbahasa Inggris, sehingga memudahkan wisatawan bertanya.

Keluhan selanjutnya, minimnya papan informasi dalam bahasa Inggris di transportasi umum. Wisatawan kerap kebingungan ketika membaca papan informasi karena masih sering ditulis dalam bahasa Jepang.

Hal lain yang dibenci wisatawan adalah kurang tempat sampah, kesulitan menggunakan aplikasi pembayaran seluler, kesulitan menggunakan kartu kredit/debit, kurang tempat merokok/papan informasi soal area merokok, pertukaran mata uang, dan diskon tiket kereta/kereta bawah tanah

Sementara itu, melansir dari Oyster, berikut 10 hal tidak boleh dilakukan saat berada di Jepang, karenanya wisatawan wajib tahu:

1. Jangan menancapkan sumpit secara vertikal

Jika sedang makan dan ingin berhenti sejenak, jangan tancapkan sumpit di atas mangkuk nasi secara vertikal.

2.  Jangan pakai sepatu di dalam ruangan

Warga Jepang terkenal suka kebersihan. Ketika memasuki rumah di Jepang, segera lepas sepatu begitu melewati pintu masuk dan ganti dengan sandal khusus rumah.

3. Jangan memotong antrean

Pemandangan antrean yang rapi akan terlihat hampir di seluruh tempat umum di Jepang, seperti stasiun kereta, halte bus, dan eskalator.

4.  Jangan menyeka hidung sembarangan

Seseorang akan dianggap kasar jika membuang ingus di tempat umum, walaupun tidak terlalu ramai sekalipun.

5.  Jangan tinggalkan tip untuk pelayan

Di beberapa negara, memberikan tip ke pelayan adalah bentuk penghargaan terhadap layanan yang baik. Kendati demikian, memberikan tip di Jepang merupakan bentuk penghinaan.

6.  Hindari menelpon di transportasi umum

Subway atau kereta bawah tanah di Jepang adalah salah satu transportasi umum paling padat di dunia. Melansir bbc.com, sekitar 20 juta orang menggunakan subway sebagai transportasi sehari-hari.

7.  Jangan menunjuk orang lain

Menunjuk seseorang menggunakan jari adalah hal kasar di Jepang, sehingga harus dihindari.

8.  Hindari menerima dan memberi sesuatu dengan satu tangan

Warga Jepang selalu menggunakan kedua tangan untuk menerima atau memberi sesuatu. Sekalipun ketika menerima atau memberikan barang kecil, seperti kartu nama atau uang tunai.

9.  Jangan menuangkan minum di gelasmu sendiri

Jepang sangat menjunjung tinggi etika bersosialisasi. Mengisi gelas satu sama lain jika sedang berkumpul adalah hal yang wajib dilakukan.

10. Jangan ke tempat-tempat ini jika Anda bertato

Memiliki tato ternyata masih dianggap sebagai hal yang sangat tabu di Jepang.

Melansir CNN, di Jepang, tato memiliki stigma buruk karena identik dengan Yakuza, mafia ditakuti di negeri Sakura itu.

Wisatawan bertato kemungkinan besar tidak akan diperbolehkan memasuki onsen, tempat berendam air panas tradisional Jepang.

Jika bertato dan berencana berenang di kolam renang umum atau gym, sebaiknya bertanya terlebih dahulu kepada petugas setempat.(*)

Artikel Terkait