Ilustrasi mengalami trauma karena putus cinta. Foto: Freepik

5 Cara Meluluhkan Hati yang Trauma karena Putus Cinta

Setiap orang mempunyai kisah dan masalah dalam dunia percintaan. Terkadang masalah tersebut mengakibatkan trauma. Perempuan cenderung memiliki trauma lebih besar daripada laki-laki ketika hatinya tersakiti atau terluka.

Putus cinta bisa membuat seseorang trauma, sehingga tak percaya lagi dengan cinta dan tak ingin lagi memulai hubungan baru. Orang mengalami trauma seperti itu, tidak akan mudah didekati.

Penyebab seseorang trauma dalam percintaan sangat bermacam-macam. Menurut Very Well Health, trauma bisa berasal dari kekerasan emosional, fisik, maupun seksual yang dialami dalam jangka waktu panjang.

Jika seseorang mengalami trauma menjalin hubungan percintaan lagi, jangan langsung pesimis dan menarik diri.

Berikut tips meluluhkan hati terluka secara perlahan dari Forbes dan Marriage, dan berbagai sumber:

1. Lakukan Pendekatan dengan Perlahan

Metode pendekatan agresif, pasif-agresif, atau pasif tidak akan berhasil pada orang trauma. Satu-satunya cara mendekatinya adalah secara perlahan penuh kelembutan.

Buat calon pasangan merasa nyaman sehingga berani membuka hati lagi. Selalu utamakan pendekatan yang tulus agar bisa merasakan kehangatan perasaan.

2. Hindari Membicarakan Masa Lalu atau Masa Depan

Jika calon pasangan tidak mengungkit masa lalunya duluan, sebaiknya jangan membicarakan hal tersebut di awal pendekatan. Sebab akan merusak semua usaha sudah dilakukan sejak awal.

Menurut Christiana Njoku, seorang Konselor dan Mentor Pernikahan asal Amerika Serikat dalam laman Marriage, membicarakan pengalaman masa lalu hanya akan merusak kebahagiaan di masa kini.

“Mengungkit pengalaman masa lalu yang negatif ke masa kini hanya akan merusak kegembiraan saat ini, terutama bagi seseorang yang takut akan cinta. Biarkan masa lalu tetap di masa lalu dan nikmati masa kini sebaik-baiknya,” nasihat Christiana Njoku.

3. Tidak Perlu Berusaha Menyembuhkan Traumanya

Ingat, Anda bukanlah psikiater atau psikolog yang harus menyembuhkan trauma seseorang.

Jadi, buang segala mindset tentang memperbaiki atau mengubah calon pasangan. Tugas Anda hanya mendengar dan memahami masalah dengan sungguh-sungguh.

Menjadi psikolog untuk calon pasangan hanya akan membuat Anda lelah secara emosional dan membuatnya bergantung pada Anda bukan jatuh cinta.

4. Utarakan Perasaan dengan Tulus

Jika sudah yakin calon pasangan mulai membuka diri, utarakanlah perasaan dengan tulus. Namun, jangan memaksa apabila ia masih belum ingin menjalin hubungan baru. Pemaksaan hanya akan membuatnya menarik diri.

Tetaplah bersabar dan usahakan selalu jujur agar dipercaya. Sekali dia menemukan kebohongan dari, mungkin kehilangan kesempatan mendapatkan calon pasangan selamanya.

5. Pahami Dia Sedang Trauma

Mengutip situs Hope Therapy and Counselling Services, perlu memahami calon pasangan mengalami trauma. Trauma bisa karena pengalaman pengkhianatan, pelecehan, atau pengabaian di masa lalu memberikan bekas luka mendalam.

Saat mendekati seseorang mengalami trauma akan sulit menyeimbangkan antara cinta, empati, dan menavigasi dampak masa lalunya. Jika benar-benar mencintainya, pahami kondisinya dengan tulus.(*)

Artikel Terkait