Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi a
Kebakaran menjadi musibah yang paling tidak diinginkan. Namun, kebakaran bisa terjadi kapan saja dan menimpa rumah mana pun.
Menurut Fire Administration atau Administrasi Kebakaran Amerika Serikat, ada beberapa penyebab kebakaran terjadi di rumah. Kebakaran rumah sebanyak 50,2 persen disebabkan aktivitas memasak, 9,3 persen dari pemanas, 7,7 persen kecerobohan umum, 6,8 persen malfungsi listrik, dan 4,5 persen kebakaran disengaja.
Penyebab kebakaran yang umum, diantaranya api terbuka tidak dijaga, peralatan, dan merokok. Untungnya, beberapa penyebab kebakaran ini bisa dicegah.
Langkah pencegahan ini tidak hanya melindungi rumah, tetapi juga menyelamatkan hidup Anda, keluarga, dan orang lain.
Dilansir dari Moving, berikut beberapa cara mencegah kebakaran terjadi di rumah.
Pasang alarm asap
Alarm asap berfungsi menggagalkan semua jenis kebakaran dan menangkapnya pada tahap paling awal. Penting memiliki alarm asap di semua area rumah, bukan hanya dapur.
Perhatikan dapur
Sebagian besar kebakaran rumah dimulai dari dapur. Ada tiga penyebab utamanya. Pertama, memasak tanpa pengawasan. Kedua, meletakkan barang-barang mudah terbakar terlalu dekat dengan sumber panas. Ketiga, gagal mematikan peralatan atau tidak sengaja menyalakannya.
Bersihkan selokan
Daun kering yang berada di selokan mudah terbakar, jadi segera membersihkannya dari selokan. Apabila memiliki banyak pohon di dekat rumah, bersihkan selokan setiap satu hingga tiga bulan, tergantung pada musimnya.
Jangan membebani kabel ekstensi atau stopkontak
Semakin banyak membebani kabel ekstensi dengan berbagai colokan, semakin besar bahaya kebakaran.
Karena itu, cabut segera semua kabel yang tidak digunakan dari kabel ekstensi. Sebaiknya menambahkan lebih banyak outlet listrik atau stopkontak daripada menggunakan kabel ekstensi. Gunakan satu stopkontak untuk satu peralatan.
Hati-hati dengan selimut berpemanas dan pemanas ruangan
Selimut berpemanas disebut selimut listrik, pastikan selimut dalam keadaan datar saat menggunakannya. Sebab, lipatan dapat memerangkap panas dan menyebabkan kebakaran.
Selain itu, jangan meninggalkan selimut berpemanas tanpa pengawasan, terutama di atas kasur atau tempat tidur lainnya.
Untuk pemanas ruangan, jangan biarkan menyala tanpa pengawasan dan hindari meletakkan barang apa pun yang mudah terbakar di dekat pemanas.
Alat pemadam kebakaran di rumah
Memiliki alat pemadam adalah salah satu cara mencegah kebakaran saat api mulai muncul. Sediakan satu alat pemadam kebakaran untuk setiap lantai di rumah. Letakkan di tempat-tempat mudah ingat seperti di bawah wastafel atau lemari dengan perlengkapan pembersih.
Dikutip dari B&W Fire Security System LLC, setidaknya ada 4 perlengkapan antikebakaran wajib ada di rumah:
Ilustrasi alat pendeteksi asap. Foto: Freepik
1. Smoke Alarm (Detektor Asap)
Alarm asap bisa memberi tahu soal kebakaran sebelumnya. Alat itu mendeteksi tingkat asap tidak normal dan gas pembakaran tidak terlihat di atmosfer. Perangkat ini juga merasakan api menyala atau membara.
National Fire Protection Association (NFPA) merekomendasikan untuk memasang satu alarm asap di setiap tingkat rumah, serta di luar area tidur dan di setiap kamar tidur.
Ilustrasi alat penyiram otomatis. Foto: Freepik
2. Sistem Penyiram Kebakaran Rumah
Pertimbangkan memasang sistem penyiram api otomatis. Alarm asap mendeteksi dan tidak mengendalikan api. Memiliki penyiram api rumah melengkapi alarm dan menyediakan sarana memadamkan api dengan cepat.
Dengan memasang penyiram api otomatis bisa mencegah penyebaran api yang menyala atau memadamkannya sebelum pemadam kebakaran tiba.
Ilustrasi alat pemadam api utamanya diletakkan di area dapur. Foto: Freepik
3. Pemadam Api
Alat pemadam kebakaran seringkali merupakan pertahanan lini pertama terhadap kebakaran kecil, mencegah kerusakan yang merugikan.
Gunakan peralatan keselamatan kebakaran ini bila memiliki pengetahuan dan kemampuan mengoperasikannya. Alat pemadam api harus disimpan di semua tingkat rumah, termasuk garasi, dapur, dan dekat pintu keluar.
4. Alarm Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida terbentuk ketika bahan bakar seperti bensin, minyak, metana, gas alam, dan propana terbakar secara tidak efisien. Jika terhirup dalam waktu lama, terutama saat tidur, dapat menyebabkan kematian atau keracunan.
Alarm CO bisa dipasang memperingatkan tentang gas. Pasang alarm di lokasi sentral di seluruh rumah Anda dan di luar area tidur.
Saat alarm karbon monoksida berbunyi, keluarlah dan buka jendela atau pintu untuk menyegarkan diri dan menetralkan udara di dalam rumah.(*)