Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi a
Dapur merupakan salah satu ruangan paling sering digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti memasak, makan makanan, dan mencuci piring.
Dapur merupakan salah satu ruangan inti di rumah yang biasa digunakan untuk mengolah dan menyediakan bahan makanan. Karena itu, dapur harus ditata sebaik mungkin agar bisa berfungsi lebih maksimal sekalipun ukurannya kecil.
Banyak produk dan barang digunakan di dapur, mulai dari alat memasak hingga sabun cuci piring. Sejumlah perabotan atau barang pasti dipakai sebagai kebutuhan sehari-hari.
Tetapi siapa sangka tanpa disadari perabotan dapur bisa menimbulkan penyakit bahkan mengancam kesehatan.
Berikut ini ada lima perabotan dapur perlu mendapat perhatian karena bisa membawa bahaya bagi kesehatan dilansir The Healthy:
Panci Masak Antilengket
Panci ini memudahkan pembersihan karena bahan makanan tidak lengket di permukaan.
Namun, saat permukaannya dipanaskan hingga suhu tinggi atau lapisannya mengelupas ke dalam makanan, hal itu dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Panci antilengket dilapisi dengan polytetrafluoroethylene (PTFE), bahan kimia memiliki sifat antilengket.
Menurut sebuah studi 2017 dalam jurnal Environmental Science and Pollution Research, saat panci berlapis PTFE dipanaskan hingga suhu tinggi, mereka mengeluarkan gas bisa menjadi racun.
“Untuk amannya, menghindari memasak dengan suhu terlalu panas,” ujar Sachleben.
Kompor Gas
Kompor gas membuat masakan lebih cepat matang, nyala api konstan, dan kemampuan memasak makanan lebih merata.
Namun, peralatan gas, terutama jika tidak diberi ventilasi dengan benar, bisa mengeluarkan campuran bahan kimia dan senyawa berpotensi berbahaya seperti nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan formaldehida.
Senyawa ini memperburuk berbagai penyakit pernapasan dan kesehatan lainnya. Polutan ini biasanya lebih sedikit diencerkan di dalam rumah daripada di luar ruangan.
Sebuah studi pada 2014 dimuat jurnal Environmental Health Perspectives mengungkapkan, jika tidak ada ventilasi, emisi dari pembakar kompor gas dapat mencapai tingkat berpotensi membahayakan.
Ilustrasi talenan plastik. Foto: Freepik
Talenan Plastik
Benda mengiris bahan-bahan makanan bisa menampung bakteri dan menyebabkan keracunan makanan bila tidak dibersihkan.
Bahkan talenan berbahan plastik lebih berbahaya dibanding talenan kayu. Sebab, talenan plastik cenderung melepaskan partikel plastik yang bisa masuk ke makanan.
“Dengan talenan plastik, risiko bahan kimia berasal dari papan tersebut rendah, tetapi bakteri selalu menjadi masalah,” kata Sachleben.
Pemutih
Pemutih berbahaya bisa menyebabkan iritasi kulit, masalah pernapasan, bahkan kematian. Pemutih bisa merusak keran dan permukaan dapur.
“Digunakan dengan benar, pemutih sangat bagus untuk disinfektan, tetapi biasanya merupakan salah satu bahan kimia paling berbahaya di rumah,” ucap Rick Sachleben, ahli dari American Chemical Society.
Risiko terbesar ditimbulkan bila pemutih dicampur dengan amonia. Ketika dicampur, pemutih dan amonia bereaksi membentuk kloramin bisa menguap ke udara.
“Bila itu menguap ke udara dan terhirup, dapat membunuh Anda,” jelas Sachleben.
Pembersih Serbaguna
Pembersih serbaguna mampu membersihkan berbagai kotoran. Sayangnya, banyak dari produk pembersih mengandung bahan kimia berbahaya seperti 2-Butoxyethanol dan glikol eter.
Menurut Kelompok Kerja Lingkungan, kandungan ini bisa menyebabkan berbagai penyakit iritasi kulit dan sakit tenggorokan bila terhirup. Bahkan, bisa berdampak risiko kesehatan lebih serius seperti kerusakan hati dan ginjal.
"Semua bahan kimia ini bisa memiliki efek samping negatif jika tertelan atau terhirup dan berpotensi komplikasi dari iritasi kulit hingga kerusakan organ," kata Becky Turpin, Direktur Keamanan Rumah dan Komunitas di Dewan Keamanan Nasional atau National Safety Council, Amerika Serikat.(*)