Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi a
Dalam membesarkan anak laki-laki, tidak hanya sosok ayah yang memegang peranan penting. Perlakuan ibu turut membentuk kepribadian anak laki-laki. Seorang anak butuh kasih sayang, cinta, perhatian dan dukungan dari orangtuanya.
Allan N. Schore, seorang psikolog dan peneliti Amerika di bidang neuropsikologi, dalam penelitiannya mengenai perkembangan saraf dan endokrin anak laki-laki, mengungkapkan orangtua dan pengasuh sebaiknya mengurangi tekanan pada anak laki-laki, misalnya tak perlu melarang anak menangis hanya karena ia laki-laki.
Anak laki-laki juga membutuhkan ungkapan kasih sayang dari orangtuanya. Kelembutan dan sikap responsif terhadap kebutuhan emosi anak justru membuat anak laki-laki mampu bersikap lebih kuat.
Ada perlakuan yang diharapkan anak laki-laki dari sosok sang ibu.
Anak laki-laki identik dengan sifat maskulin seperti mandiri dan pemberani. Sifat-sifat ini tidak akan dimiliki anak laki-laki jika ibu tidak mengajarkannya secara langsung.
Mengutip dari laman Psychology Today, ada lima perlakuan diharapkan anak laki-laki dari ibunya.
Tidak Menerapkan Pola Asuh Memaksa
Sebuah penelitian melibatkan anak laki-laki dan ibu selama 10 tahun menemukan bahwa ibu menerapkan pola asuh memaksa membuat anak memiliki masalah perilaku dan masalah sosial yang tinggi.
Hal ini termasuk penolakan anak-anak lain di sekolah. Untuk itu pengasuhan yang positif dan adaptif justru bisa membantu anak laki-laki mengembangkan keterampilan sosialnya.
Meminimalisir Konflik
Selain memberikan kehangatan, ibu sebaiknya meminimalisir konflik dengan anak laki-laki, kemungkinan besar hal ini akan mempersiapkan anak untuk mendapatkan keterampilan sosial bermanfaat seperti menjalin pertemanan, meningkatkan perkembangan moral, serta mengurangi kemungkinan anak terlibat konflik.
Dukung Anak Meregulasi Diri
Memberikan contoh adalah hal penting dalam mengasuh anak secara positif. Sebuah penelitian menjelaskan bahwa ada dua faktor yang diterapkan dalam mengasuh anak laki-laki.
Pertama, sejauhmana ibu bertanggung jawab kepada anak mengatur diri sendiri dengan membangun dan memelihara hubungan saling percaya.
Kedua, praktik pengasuhan antagonis seperti meremehkan sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat kemampuan anak laki-laki untuk mengukur diri sendiri.
Responsif dan Berkepala Dingin saat Menghadapi Masalah
Masalah dan sifat membangkang ditunjukkan anak laki-laki adalah hal tidak bisa dihindari.
Meski begitu, ada baiknya ibu menghadapi hal ini dengan responsif dan berkepala dingin.
Selain itu, terlalu reaktif mengungkapkan perasaan negatif terhadap perilaku anak bisa memengaruhi anak menjadi pembangkang.
Hindari Kritik Pedas
Penelitian menyebutkan bahwa keterlibatan kritik ibu dan emosional berlebihan membuat anak menjadi pembangkang. Hal serupa ditemukan ketika ibu terlalu protektif dan rela berkorban.(*)