Ilustrasi orangtua mengajarkan anak rasa empati. Foto: Freepik

Ada 7 Skills Ini Harus Orangtua Ajarkan Kalau Mau Anak Sukses

Seorang anak sukses tidak terlepas dari peran orangtua. Tidak sembarangan, tentu ada banyak hal diajarkan orangtua kepada sang buah hati agar tumbuh menjadi orang sukses kemudian hari.

Salah satu upaya dilakukan orangtua ingin anak sukses di masa depan adalah melatih keterampilan anak.

Dilansir dari CNBC Make It, seorang Psikolog Pendidikan dan Pakar Pengasuhan Anak Michele Borba mengatakan, anak-anak membutuhkan masa kanak-kanak yang aman, penuh kasih,dan terstruktur, tetapi mereka juga membutuhkan otonomi, kompetensi, dan hak pilihan berkembang.

Karena itu, Borba mengidentifikasi ada tujuh keterampilan dibutuhkan anak-anak untuk meningkatkan ketangguhan mental, ketahanan, kompetensi sosial, kesadaran diri, dan kekuatan moral sehingga tidak gampang menyerah.

Percaya Diri

Menurut Borba, sebagian besar orangtua menyamakan harga diri dengan  kepercayaan diri.

Maka dari itu, banyak mengatakan "Anda spesial," atau "Anda bisa menjadi apapun yang Anda inginkan," kepada anak-anaknya. Faktanya, hanya ada sedikit bukti memperlihatkan bahwa harga diri mampu meningkatkan kesuksesan akademis atau kebahagiaan anak.

Studi mengatakan, sebagian besar anak-anak sukses adalah mereka percaya diri dengan usaha dan kemampuan dirinya.

Biasanya, rasa percaya diri muncul dari anak berhasil melakukan sesuatu dengan baik, mampu menghadapi rintangan, menciptakan solusi, dan tegas terhadap diri sendiri.

Borba mengatakan, terlalu mencampuri urusan anak apalagi mengerjakan PR si kecil hanya membuat mereka berpikir "Mereka [orangtua] tidak percaya kalau saya bisa."

Empati

Ada tiga jenis empati berbeda, yaitu empati afektif atau berbagi perasaan dengan orang lain dan merasakan emosi mereka, empati perilaku atau kepedulian mendorong seseorang bertindak, dan empati kognitif atau memahami pikiran seseorang dan menempatkan diri sebagai orang tersebut.

Cara yang bisa dilakukan menumbuhkan kemampuan empati anak, yaitu.

  • Mengenalkan jenis-jenis emosi, seperti bahagia, kesal, marah, hingga sedih
  • Ajak anak mengenali dan cara mengungkapkan perasaan emosi mereka alami
  • Beri anak kesempatan mengungkapkan perasaan mereka dengan cara baik dengan memberikan contoh
  • Ajak anak berdiskusi terkait perasaan orang lain, seperti menanyakan "Menurutmu, bagaimana perasaan orang itu? Kamu pernah merasakan itu nggak?"

Pengendalian Diri

Salah satu kunci kesuksesan anak menurut Borba adalah kemampuan mengendalikan perhatian, emosi, pikiran, tindakan, dan keinginan.

Borba mengatakan, salah satu cara mengajarkan pengendalian diri kepada anak adalah dengan memberi isyarat.

Contoh isyarat bisa dilakukan orangtua adalah sebagai berikut.

"Kalau kamu marah, hitung sampai 10 sebelum kamu menjawab,"

"Kalau kamu ragu, berhenti dulu. Lalu berpikir dan tenang,"

"Jangan mengatakan apapun yang kamu tidak mau dengar dari orang lain, ya,"

Integritas

Integritas terdiri atas keyakinan, kapasitas, sikap, dan keterampilan mampu membantu anak mengetahui dan melakukan hal-hal baik.

Memberi anak ruang mengembangkan identitas sangat penting dilakukan orangtua agar mereka tumbuh menjadi sosok sukses.

Salah satu cara membangun integritas anak adalah mengakui dan memuji perilaku yang dilakukan anak sehingga mereka menyadari bahwa orangtua menghargainya.

Borba mengatakan, gunakan kata "karena" membuat anak memahami alasan mengapa perilaku mereka baik.

Rasa Ingin Tahu

Rasa ingin tahu melambangkan keinginan mengeksplorasi peristiwa baru menantang bagi anak.

Borba menyebutkan, orangtua bisa menggunakan barang-barang sederhana memancing rasa ingin tahu anak, seperti cat, benang, kertas, hingga stik es krim.

Setelah itu, biarkan anak bereksplorasi dengan barang-barang tersebut.

Selain melalui barang, orangtua bisa memancing rasa ingin tahu anak dengan memberikan pertanyaan, seperti "Yuk, kita lihat apa yang akan terjadi!", "Kalau menurut kamu bagaimana?", "Wah, kok, kamu bisa tahu?"

Ketekunan

Sifat tekun membantu anak-anak bertahan dalam kondisi menyulitkan mereka.

Cara yang dilakukan untuk menumbuhkan sifat tekun anak adalah dengan membantu mereka mengenali kesalahan dan dorong anak membagi tugas menjadi beberapa bagian agar pekerjaan menjadi lebih mudah.

Dengan demikian, anak-anak tetap termotivasi bekerja keras dan menyelesaikan apa yang mereka mulai walaupun ada banyak kendala.

Optimisme

Mengajarkan optimisme pada anak sebetulnya dimulai dari orangtua. Perubahan itu sulit, tetapi penting untuk menjadi contoh bagi anak Anda sendiri.

"Anak-anak optimis memandang tantangan dan hambatan sebagai hal yang bersifat sementara dan dapat diatasi sehingga lebih berpotensi untuk menjadi sosok berhasil," sebut Borba dalam tulisannya di CNBC Make It.

Menurutnya, orangtua harus memiliki sifat optimis terlebih dahulu sebelum mengajarkannya kepada anak. Sebab, anak-anak mengadopsi optimisme orangtua mereka.(*)

Artikel Terkait