Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi a
Konsep fathering sudah dikenal sejak Perang Dunia II. Saat itu, ayah diharuskan berperang. Sedangkan ibu mengasuh anak di rumah.
Namun ternyata, tanpa keterlibatan ayah, anak menunjukkan perilaku agresif, hiperaktif, dan cemas. Sejak itulah keterlibatan ayah dianggap penting dalam mengasuh anak.
Lebih dari dua dekade terakhir, pola pengasuhan anak dalam keluarga mulai bergeser. Tak lagi berpusat pada peran ibu semata, kini semakin banyak ayah ikut aktif dalam mengasuh, merawat, dan mendidik anaknya.
Gaya pengasuhan Ayah turut memengaruhi kesejahteraan anak di masa depan.
Menurut psikolog anak Samanta Elsener, M.Psi., Psi., ayah hebat adalah ayah yang bisa membagi waktu dan energinya dengan baik dan seimbang. Pembagian waktu meliputi waktu bekerja, waktu bersama anak, serta waktu bersama teman.
"Ayah hebat adalah Ayah yang dapat membagi waktu dan energinya untuk kerja, istri, anak-anak dan keluarga, serta teman-teman lainnya," katanya, seperti dikutip pada HaiBunda.
"Kriteria ayah hebat sendiri adalah menjadi panutan bagi anak-anak, sayang dan perhatian kepada istri, tidak egois melainkan bijaksana, bisa menahkodai rumah tangga hingga sukses, selalu dapat diandalkan keluarga," sambungnya.
Terkait perhatian, tak hanya anak laki-laki, anak perempuan juga membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.
Ada beberapa hal bisa dilakukan ayah agar anak perempuan tumbuh menjadi anak mandiri dan kuat. Hal tersebut disampaikan pakar parenting dari Harvard Graduate School of Education, Kimberly Wolf.
Ia menyebut banyak menjumpai ayah memiliki hubungan tidak erat dengan anak perempuannya.
Kondisi ini membuat Kimberly menghabiskan sebagian besar kariernya untuk membantu para Ayah meningkatkan keterampilan komunikasi. Dengan begitu, mereka bisa membesarkan anak perempuan yang cerdas, percaya diri, dan berpikiran kuat.
"Penelitian menemukan bahwa menciptakan momen terkecil sekalipun dalam hubungan ayah-anak bisa memberikan manfaat positif, termasuk hubungan romantis, media sosial, kesehatan mental, serta prestasi akademik," kata Kimberly dikutip dari CNBC Make It.
Kimberly mengungkapkan ada beberapa hal bisa dilakukan ayah agar anak perempuannya tumbuh menjadi kuat dan mandiri:
1. Bahas Berbagai Topik Termasuk Topik Tidak Menyenangkan
Ini bukan soal memberikan pelajaran tentang masalah sedang dihadapi. Ini tentang berbagi sudut pandang dan mendengarkan, sehingga anak merasa dicintai, dilihat, dan didukung.
2. Hadir Secara Fisik
Sekalipun ayah tidak mengatakan apa-apa, hanya dengan membaca buku di dekat anak atau membawakan camilan saat mereka belajar, itu menandakan ayah hadir dalam hidupnya.
3. Ciptakan Momen
Ayah bisa memilih sesuatu untuk ditonton atau dibaca bersama. Rencanakan kegiatan makan malam ayah dan anak perempuan atau berlibur hanya berdua saja.
Kalau Ayah tinggal terpisah dengan anak dan lebih banyak bepergian ketika bekerja, hubungi melalui telepon, email, atau panggilan video.
Ketika anak perempuan sudah besar, mereka akan mengingat dan menghargai setiap momen bersama Ayah.
4. Ayah Beri Tanggapan Tentang Suatu Hal
Momen bisa diajar ketika ayah memiliki kesempatan menyuarakan pendapat, menyatakan nilai-nilai, atau menyatakan sudut pandang kepada anak.
Ketika menyaksikan televisi, ayah bisa mencari hal bisa dikomentari. Atau ketika sedang mengantar anak ke sekolah dan tak sengaja mendengar pembicaraan teman-temannya akan suatu masalah.
Cobalah memberitahu anak tentang bagaimana ayah menangani situasi tersebut.
5. Ulangi Kebiasaan
Kalimat seperti "Jangan lupa makan siang", "Jangan menonton TV saat makan", atau pesan-pesan lainnya merupakan suatu kebiasaan baik jika dikomunikasikan secara konsisten.
Orangtua sukses tidak melihat ini sebagai 'ceramah'. Orangtua tahu bahwa semakin mereka mengulanginya maka semakin besar keyakinan bahwa anak akan mengadopsi keyakinan tersebut hingga dewasa.
6. Batasi Multitasking
Email dan panggilan dari kantor mungkin bisa menunggu. Sebisa mungkin, menjauhlah dari komputer dan simpan ponsel ketika menghabiskan waktu dengan anak perempuan.
Ayah bisa meminta anak meletakkan tablet atau mainannya. Di dunia yang semakin teralihkan ini, ayah harus hadir dalam kehidupan anak 100 persen.
7. Perhatikan Hal Kecil
Ketika ayah mengingat isyarat atau hal-hal kecil tentang anak, seperti buku favoritnya, hobi anak, hingga kebiasaannya, bisa membuat anak perempuan merasa ayah mengakui karakternya. Hal ini bisa menjadi cara ayah menghargai individualitasnya.
8. Jangan Tunggu Sampai Akhir Pekan
Jangan menunggu hingga akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama.
Pergi menonton film bersama, mengunjungi museum, hingga makan makan di restoran, bisa jadi salah satu cara anak melepaskan penat.
Ayah bisa membantu anak belajar cara mengatur waktu dalam kesehariannya. Kebiasaan ini tak hanya bermanfaat bagi hubungan ayah dan anak tetapi bisa meningkatkan kebahagiaan anak.(*)