Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi a
Desa wisata di ketinggian Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur saat ini ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan karena cuaca buruk yang sedang terjadi di wilayah Wae Rebo.
Penutupan ini dilakukan demi kebaikan semua pihak terutama bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Wae Rebo. Destinasi wisata yang dijuluki surga di atas awan itu akan kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan jika cuaca sudah membaik.
Mengutip detik.com, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloisius Jebarut mengungkapkan penutupan ini dilakukan demi keselamatan para wisatawan.
"Pengelola mengumumkan tutup sementara sampai cuaca membaik kembali. Pertimbangannya demi keselamatan wisatawan," kata Aloisius Jebarut dikutip Sabtu, (24/1/2025).
Dalam keterangannya, Aloisius juga mengatakan Wae Rebo sudah ditutup untuk kunjungan wisatawan sejak lima hari lalu.
Beberapa hari belakangan ini wilayah tersebut selalu dilanda hujan lebat, angin kencang, hingga longsor di sejumlah ruas jalan menuju Wae Rebo. Cuaca ekstrem juga terjadi di sejumlah wilayah Manggarai lainnya dalam sepekan terakhir.
"Karena hujan lebat dan angin kencang serta ada ruas jalan yang longsor," ujar Aloisius.
Seperti yang diketahui, desa wisata Wae Rebo berada di pegunungan terpencil di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai.
Untuk mencapai ke titik desa yang khas dengan atap kerucut itu para wisatawan harus berjalan kaki selama berjam-jam. Para wisatawan harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer dengan waktu tempuh 3-4 jam untuk bisa sampai di desa Wae Rebo.
Berada pada ketinggian 1.000 meter di atas laut (mdpl), Wae Rebo biasa dijuluki surga di atas awan. Terdapat tujuh rumah adat yang menjadi ikon desa wisata tersebut, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut.
Desa Wae Rebo juga menawarkan bentang alam yang indah dan kultur budaya yang unik ketika mengujunginya. Para wisatawan yang berkunjung ke sana juga merasakan keramahtamahan warga setempat yang masih sangat tradisional.
Desa Wae Rebo dikelilingi pegunungan yang indah serta Hutan Todo yang rindang serta kaya akan vegetasi. Menariknya tidak ada jangkauan seluler di desa ini, dan listrik hanya tersedia dari pukul 6 hingga 10 malam.(*)