Rumah The Twins. Foto: Delution.co.id

Keren! Rumah Kecil Gang Sempit di Cipulir Raih Penghargaan New York, Begini Kisahnya

Mendesain rumah di lahan terbatas dengan lokasi di gang sempit menjadi persoalan. Namun, tidak demikian dengan rumah kecil di gang sempit di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan.

Desain rumah berdiri di atas lahan sempit berhasil menarik perhatian dunia dan mendapat penghargaan New York pada tahun 2020. Melalui karyanya, para arsitek dari Delution berhasil mengharumkan nama bangsa.

Mereka memenangkan Architizer Awards 2020 untuk kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice.

Architizer Awards merupakan sebuah ajang penghargaan arsitektur berskala dunia berbasis di New York, Amerika Serikat (AS). Pada tahun 2020, terdapat 5.000 karya arsitektur bergabung dari lebih 100 negara di dunia.

Foto: Delution.co.id

Rumah estetik di gang sempit di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan dibangun dengan konsep bangunan unik dan menyimpan kisah filosofis di baliknya.

CEO Delution, Muhammad Egha bercerita rumah tersebut terinspirasi dari kakak beradik sebagai pemilik rumah. Mereka meminta bantuan Delution membuat rumah mereka untuk ditinggali bersama.

Rumah diberi nama The Twins terdiri dari dua bangunan berdampingan berdiri di atas lahan seluas 70 meter persegi.

Filosofi bangunan rumah adalah hubungan kakak beradik diterapkan di rumah The Twins.

 

Foto: Delution.co.id

Rumah terdiri dari dua bangunan dengan ukuran berbeda. Satu rumah memiliki dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang makan untuk empat orang.

Rumah lainnya memiliki satu kamar tidur, kamar mandi, dan ruang keluarga.

Foto: Delution.co.id

Kedua bangunan ini dihubungkan pintu kaca bisa dipasang dan dibuka kapan saja untuk menciptakan ruangan multiguna lebih luas.

Bentuk kedua bangunan tidak sama karena satu bangunan lebih tinggi dari yang lain, melambangkan hubungan kakak dan adik saling mendukung.

Pembangunan rumah menghabiskan total anggaran sebesar Rp450 juta. Fase pertama menghabiskan biaya Rp150 juta, kemudian tahap kedua pembangunan atap menelan biaya Rp200 juta. Tahap terakhir menghabiskan Rp100 juta.

Lingkungan sekitar sangat padat, akses ke rumah The Twins hanya gang selebar 1,5 meter. Karenanya, hanya bisa dicapai dengan sepeda motor atau berjalan kaki.

"Kami berharap rumah ini dapat menjadi sebuah percontohan yang akan menjadi stimulus bagi kemajuan wajah serta kualitas hidup perkampungan kota yang semula terabaikan," kata Egha, dikutip dari Liputan6.com.

Rumah The Twins merupakan proyek digarap Egha dan kawan-kawan sejak 2018 dan rampung tahun 2019.(*)

Artikel Terkait