Program Makan Bergizi Gratis Dorong Penurunan Stunting di Kabupaten Bandung
Program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi seimbang bagi a
Mendadak nama Mouna Ayoub menjadi sorotan dan ramai diberikan media Internasional beberapa hari terakhir. Padahal Mouna Ayoub bukanlah selebriti dunia. Dia membetot perhatian dunia usai mengumumkan akan menjual 252 busana haute couture Chanel karya mendiang Karl Lagerfeld yang dikoleksinya sejak berpuluh tahun lalu.
"Tentunya karena busana tersebut sudah tidak muat lagi di badan saya," kata perempuan 66 tahun itu kepada New York Times.
Alasan lain memperkenalkan keindahan mahakarya Karl untuk Chanel kepada generasi lebih muda.
"Saya membeli karya Karl dengan saksama selama 30-40 tahun terakhir dan sekarang dia sudah tidak bersama kita lagi. Jadi sudah waktunya memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menikmatinya," jelas perempuan Prancis keturunan Lebanon itu.
Melansir Wolipop, barang bermerek tersebut mulai dijual Senin (20/11/2023) dalam perhelatan bertajuk 'Golden Years of Karl Lagerfeld for Chanel From the Mona Ayoub Haute Couture Collection’.
Koleksi tersebut terdiri dari gaun malam, setelan payet, jaket klasik berbahan wol, hingga aksesori seperti beberapa flap bag ikonis Chanel, sabuk, sepatu sampai perhiasan.
Semuanya keluaran era 90-an hingga 2014.
Untuk mengorganisir penjualan tersebut, ia menggandeng Maurice Auction Paris dan Kerry Taylor, perempuan Inggris punya pengalaman panjang dalam pelelangan barang-barang fashion.
Sebagian keuntungan penjualan akan didonasikan untuk Fondation des Femmes, yayasan amal Prancis bagi perempuan korban kekerasan dan pelecehan.
Ada 252 barang mungkin terdengar banyak, tapi itu hanyalah sebagian kecil dari isi lemari Mouna. Ia diketahui mengoleksi 2.700 item adibusana.
"Saya mulai membeli couture awal 1990-an karena ingin melindungi dunia tersebut dan seni yang diciptakannya dari ancaman kehancuran bisnisnya," terang ibu lima anak itu.
Lebih jauh, Mouna menyebut koleksinya tersebut memiliki makna personal mendalam baginya.
Belanja busana mewah seperti menyelamatkan hidupnya dari kekosongan ketika menjadi istri Nasser Ibrahim Al-Rashid, seorang pengusaha Arab sekaligus penasehat Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud.
Namun, busana yang dibelinya tidak bisa dipakai lantaran aturan berbusana yang ketat bagi para perempuan di Arab Saudi.
"Saya bisa membeli apa saja yang saya inginkan, tapi aku tidak mengenakannya di depan publik," kata Mouna yang punya peraturan pakaian hanya untuk sekali pakai.
Sebagai informasi, dulu, Mouna Ayoub seorang pelayan kafe di Paris dinikahi Nasser pada 1979. Pernikahan hanya bertahan sampai 1997.
Dalam buku memoirnya, 'La vérité (The Truth)', ia menyamakan pernikahanya seperti kandang emas.
"Saya diberikan gaun-gaun mahal dan berbagai perhiasan mewah, tapi saya hanya boleh memakai abaya dan cadar hitam Arab," kata Mouna.(*)