Ilustrasi makan menjelang tidur. Foto: Freepik

Ngemil Larut Malam Memang Enak, Inilah Dampaknya Bagi Tubuh

Ngemil larut malam mengacu pada tindakan mengonsumsi makanan atau minuman setelah makan malam atau sesaat sebelum tidur.

Ngemil malam hari bisa disebabkan berbagai alasan, termasuk rasa lapar, kebiasaan, kebosanan, stres, atau sekadar keinginan bersantai sebelum tidur.

Meskipun demikian, kualitas, kuantitas, dan waktu makan camilan malam sangat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Mengonsumsi camilan seperti keripik kentang atau pizza dan makanan sejenis lainnya dapat berdampak negatif pada tubuh.

Sebuah studi dilakukan para peneliti di Brigham and Women's Hospital menemukan bahwa makan larut malam dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena obesitas karena meningkatkan rasa lapar, membakar lebih sedikit kalori, dan mengubah jaringan lemak.

Menurut sebuah artikel tahun 2021 di International Journal of Environmental Research and Public Health, ngemil larut malam bisa menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan saat tidur, seperti gangguan pencernaan, mulas, dan refluks asam lambung.

"Mengonsumsi makanan yang membutuhkan banyak usaha untuk dicerna, seperti makanan berlemak tinggi atau makanan berat, bisa menyebabkan Anda sering terbangun di malam hari," kata ahli diet Kelsey Kunik kepada EatingWell.

Ngemil larut malam, secara mengejutkan bisa memberikan manfaat kesehatan tertentu. Misalnya, kesempatan memberi tubuh nutrisi penting terlewatkan di siang hari.

"Mengonsumsi makanan membutuhkan banyak usaha untuk dicerna, seperti makanan berlemak tinggi atau makanan berat, dapat menyebabkan Anda sering terbangun di malam hari," kata seorang ahli.

Pilihlah makanan bergizi dan minim proses pengolahan seperti yoghurt dengan buah beri, biskuit gandum dengan hummus, atau seporsi kecil kacang-kacangan untuk memuaskan rasa lapar dan menyuplai tubuh dengan vitamin dan mineral.

Jika memiliki gaya hidup aktif, mengonsumsi makanan berprotein tinggi sebelum tidur bisa mendukung istirahat dan pemulihan tubuh.

Pilihlah camilan mengandung makanan kaya triptofan seperti kacang-kacangan atau biji-bijian, karena makanan ini bisa memfasilitasi produksi neurotransmiter pengatur tidur seperti serotonin dan melatonin.(*)

Artikel Terkait