Ilustrasi merencanakan keuangan bersama pasangan. Foto: Freepik

Tips Memulai Gaya Hidup Frugal Living, Tanpa Harus Pelit ke Diri Sendiri

Belakangan ini, istilah frugal living ramai dibicarakan masyarakat. Kini transaksi lebih mudah dilakukan dengan muncul berbagai produk fintech, seperti dompet digital hingga pay later memicu seseorang lebih konsumtif.

Lantas, bagaimana solusinya? frugal living adalah jawabannya.

Frugal living atau gaya hidup hemat menjadi pilihan di sejumlah kalangan, khususnya yang tinggal di perkotaan dengan biaya hidup cenderung mahal.

Ditelisik dari bahasa Inggris, frugal artinya hemat, dan living adalah gaya hidup. Dengan demikian, frugal living diartikan sebagai gaya hidup hemat.

Dikutip dari djkn.kemenkeu.go.id, frugal living secara sederhana sering dimaknai sebagai gaya hidup hemat atau irit terhadap pengeluaran agar dapat menabung lebih banyak, bahkan cenderung dinilai pelit oleh sebagian orang.

Dilansir dari berbagai sumber, sesungguhnya konsep frugal living tidak sedangkal itu. Frugal living diartikan sebagai konsep dimana seseorang mengalokasikan dana dimiliki dengan kesadaran penuh (mindfull), dengan pertimbangan dan analisis yang baik disertai dengan strategi pencapaian tujuan keuangan masa depan yang jelas.

Berikut 6 Tips untuk memulai gaya hidup frugal living dikutip dari finansialbisnis.com:

1. Bedakan "Needs vs Wants"

Anda harus bisa mengenali perbedaan antara pengeluaran diperlukan (needs) dan tidak perlu (wants). 

Kemampuan membedakan dalam pengeluaran sangat penting saat mulai menabung. Hal ini akan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Penting memprioritaskan dan mengurus biaya diperlukan terlebih dahulu, misalnya biaya sewa, pembayaran otomatis, pinjaman gaji atau pembayaran uang muka, kebutuhan harian anda, misalnya makanan, bensin, utilitas, obat-obatan, dan pengeluaran apa pun terkait di dalamnya.

2. Simpan Semua Struk Belanja

Simpan kuitansi Anda memudahkan melacak pengeluaran secara nyata. Cobalah mulai buat anggaran atau budgeting.

Kegiatan ini bisa membantu memantau dan mengelola semua biaya di satu tempat. Saat musim pajak tiba, menyimpan catatan tanda terima dengan hati-hati bisa membantu menerima pengembalian pajak lebih baik.

3. Do It Yourself (DIY)

Kembangkan kemampuan hemat uang dengan usaha dan kemauan sendiri.

Mulailah memperhitungkan hal dasar dan simpel yang sering anda gunakan dan menentukan prioritas biaya lebih sedikit secara konsisten.

Salah satu contoh paling mudah adalah dengan memasak dibandingkan membeli. Anda juga bisa mencuci baju sendiri dibandingkan menitipkan di laundry pakaian. Coba mengolah barang-barang tidak terpakai agar bisa digunakan keperluan lain. 

4. Jangan Takut Menawar

Cobalah sekali-kali menawar saat berbelanja di pasar. Meski terasa tak tega dengan pedagang, Anda bisa mencoba menawar ketika membeli sebuah barang. Jika penawaran diterima, hal itu akan membuat Anda merasa senang karena dapat menghemat uang.

5. Reduce, Reuse, Recycle

Memanfaatkan benda-benda tua dengan mengolahnya digunakan kembali dengan cara baru dan menarik dengan teknik reduce, reuse, recycle.

Anda akan terkejut dengan apa yang bisa Anda lakukan untuk menggunakan kembali barang-barang usang.

Alih-alih membuang barang-barang, bangunlah proyek-proyek menarik dengan cara menggunakan kembali barang-barang lama. Kegiatan ini bisa menjadi hal menyenangkan apabila dilakukan bersama teman atau keluarga. 

6. Jangan Belanja Barang Tak Perlu

Jangan menyepelekan hal mendasar seperti furnitur rumah, kebutuhan fashion lelaki dan perempuan, makanan, berbelanja di toko bahan makanan, atau bahkan paket keanggotaan di pusat kebugaran yang jarang Anda pakai. 

Anda bisa hidup dengan hemat jika mulai merencanakannya dengan benar hal-hal dibutuhkan dan tidak diperlukan agar tidak terjadi pemborosan pengeluaran secara berlebihan.(*)

Artikel Terkait