Ilustrasi pabrik tekstil. Foto: Istimewa

Daftar 30 Pabrik Tekstil RI yang Tutup, PHK Hingga 11.200 Buruh

Sebanyak 30 pabrik tekstil di seluruh Indonesia gulung tikar dalam 2 tahun terakhir. Tutupnya perusahaan-perusahaan ini membuat mereka memaksa memecat karyawannya hingga mengakibatkan kurang lebih 11.200 buruh terkena PHK.

Melansir CNBC Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengungkapkan, dalam 2 tahun terakhir, sudah banyak pabrik tutup.

Dia menyebutkan kurang lebih ada sekitar 30 pabrik bergerak di sektor TPT yang sudah tutup.

"Terbaru ada BUMN, PT Primissima, yang baru tutup kemarin. Jadi sudah ada 30 pabrik tutup, berhenti produksi. Ada memang yang merelokasi sebagian pabriknya," kata Redma kepada CNBC Indonesia, Minggu (17/11/2024).

"Masih banyak industri yang terdampak namun tidak melaporkan," imbuhnya.

Kebangkrutan perusahaan ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari krisis ekonomi global hingga kebijakan dalam negeri yang memengaruhi daya saing industri tekstil Indonesia.

Penutupan pabrik ini memakan lebih dari 11.207 pekerja terpaksa dirumahkan. Angka tersebut kabarnya masih lebih tinggi karena beberapa perusahaan tidak melaporkan jumlah pasti karyawan yang terkena PHK.

Berikut ini adalah daftar 30 perusahaan TPT yang tutup-berhenti produksi sejak triwulan II tahun 2022, mengutip data APSyFI: (nama PT Primissima belum sempat tercatat):

  1. PT LAWE ADYAPRIMA
  2. PT GRAND PINTALAN
  3. PT CENTEX - SPINNING MILLS
  4. PT DAMATEX
  5. PT ARGO PANTES -BEKASI
  6. PT ASIA CITRA PRATAMA
  7. PT KAHA APOLLO UTAMA
  8. PT MULIA CEMERLANG ABADI
  9. PT LUCKY TEKSTIL (PHK 100 ORG)
  10. PT GRAND BEST (PHK 300 ORG)
  11. PT DELTA MERLIN TEKSTIL I DUNIATEX GRUP (PHK 660 ORG)
  12. PT DELTA MERLIN TEKSTIL II DUNIATEX GRUP (PHK 924 ORG)
  13. PT PULAUMAS TEKSTIL (PHK 460)
  14. PT TUNTEX (TUTUP & PHK 1.163 orang)
  15. AGUNGTEX GRUP (2.000-an orang dirumahkan)
  16. PT KABANA (PHK 1.200-an)
  17. PT PISMATEX (PAILIT & PHK 1.700-an)
  18. PT SAI APAREL (relokasi sebagian)
  19. PT ADETEX (500-an dirumahkan)
  20. PT NIKOMAS (bertahap ribuan pekerja)
  21. PT CHINGLUH (2000-an pekerja)
  22. PT HS APAREL (ttutup)
  23. PT STARPIA (tutup)
  24. PT DJONI TEXINDO
  25. PT EFENDI TEXTINDO
  26. PT FOTEXCO BUSANA INTERNATIONAL
  27. PT WISKA SUMEDANG (tutup & PHK 700-an)
  28. PT ALENATEX (tutup & PHK 700-an)
  29. PT KUSUMA GROUP (3 perusahaan tutup & PHK 1500-an) 

IIndustri tekstil di Indonesia memang padat karya, sehingga penutupan pabrik mempengaruhi banyak pekerja sekaligus. Meskipun secara tahunan sektor ini mengalami pertumbuhan, angka PHK yang tinggi menunjukkan tantangan besar yang dihadapi sektor ini.(*)

Artikel Terkait