Rutin Olahraga Bantu Tingkatkan Produktivitas Seseorang
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami hubungan antara kesehatan fisik dan menta
Kini, para pemodal atau investor semakin mudah menemui instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.
Para investor bisa memilih mulai dari emas, deposito, hingga Surat Berharga Negara (SBN) Ritel. Investasi adalah senjata ampuh melawan inflasi yang menggerogoti nilai uang.
Masing-masing instrumen investasi memiliki karakter dan kelebihan berbeda-beda. Sehingga perlu dikenali, bisa menyesuaikan dengan tujuan keuangan, dan risiko masing-masing investor.
Selanjutnya, bisa ditarik kesimpulan mana menjanjikan keuntungan di masa depan.
Deposito
Merupakan instrumen investasi produk perbankan. Investor atau pemodal menyetorkan dana ke bank dengan perjanjian, modal tersebut ditahan hingga jatuh tempo, dan mendapatkan imbal hasil berupa bunga yang diberikan bank.
Waktu jatuh tempo deposito bervariasi sesuai dengan kebijakan bank. Ada satu tahun atau bahkan enam bulan. Begitu juga dengan bunga ditawarkan bervariasi. Mulai dari 3 persen hingga 7 persen per tahun.
Deposito banyak menjadi pilihan investor menaruh dana karena sifatnya yang aman dan risiko rendah karena imbal hasil ditetapkan di awal sehingga terhindar dari fluktuasi.
Emas
Emas menjadi pilihan masyarakat menjadi aset investasi sejak lama. Alasannya, harga emas cenderung naik dalam jangka waktu panjang. Dalam waktu 10 tahun, rata-rata harga emas naik 10-15 persen per tahun.
Permintaan emas akan selalu tinggi karena fungsinya tidak hanya sebagai alat investasi dan perdagangan, namun bisa sebagai perhiasan.
Di satu sisi, permintaan emas meningkat tapi produksi emas semakin terbatas. Harga emas dipengaruhi beragam sentimen bisa membuat harga emas berfluktuasi pada periode jangka pendek.
Misalnya, saat terjadi konflik bersenjata di suatu kawasan sehingga menimbulkan ancaman terhadap ketahanan ekonomi global.
Sentimen tersebut akan memberi dorongan terhadap harga emas dunia. Sebab para pelaku pasar akan lebih mengamankan asetnya dari investasi berisiko seperti saham ke aset safe haven yakni emas.
Surat Berharga Negara (SBN)
Pemerintah menerbitkan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI026T3 (tenor 3 tahun) dan ORI026T6 (tenor 6 tahun) ditawarkan secara online (e-SBN). Masa penawaran dari 30 September hingga 24 Oktober 2024.
Jatuh tempo ORI026T3 pada 15 Oktober 2027, sedangkan untuk ORI026T6 pada tanggal 15 Oktober 2030.
Untuk minimum pemesanan mulai dari Rp1 juta, dan maksimum pemesanan ORI026T3 sebesar Rp5 miliar, sedangkan untuk ORI026T6 sebesar Rp10 miliar.
Jenis kupon kedua obligasi bersifat tetap. ORI026T3 memiliki kupon 6,3 persen per tahun, sementara ORI026T6 memiliki kupon 6,4 persen per tahun. Pembayaran kupon setiap tanggal 15 setiap bulan mulai 15 Desember 2024.(*)