Iustrasi Gen Z mengunakan media sosial untuk mencari informasi. Foto: Pinterest

Google Kian Ditinggalkan Generasi Muda Terutama Gen Z, Ini Penggantinya

Gen Z disebut-sebut sudah mulai jarang menggunakan google untuk mendapatkan informasi. Mereka cenderung memilih membuka media sosial dibanding google untuk mencari informasi.

Istilah googling sudah tak lagi relevan bagi generasi muda atau Gen Z. Mereka yang lahir dan tumbuh di era digital, justru semakin jarang menggunakan Google untuk mencari informasi.

Mereka kini lebih sering memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk mendapatkan rekomendasi, mulai dari tempat makan hingga produk-produk terbaru.

Dikutip dari CNBC.Indonesia analis internet di Bernstein Research, Mark Shmulik mengatakan, Gen Z kini mulai beralih ke platform lain. Hal ini terlihat dari semakin jarang kata Google sebagai kata kerja, yang merupakan tanda bahwa cara mereka berinteraksi dengan internet telah berubah.

Audiens yang lebih muda melakukan 'search', bukan 'googling'," kata Shmulik, dilansir dari Fortune, Kamis (12/9/2024).

Menurut Shmulik, analisis tersebut menyebut, Gen Z lebih sering membuka aplikasi TikTok ketimbang Google untuk melihat rekomendasi restoran dan hotel.

Atau, mereka akan merujuk ke kreator konten untuk melihat rekomendasi produk yang akan dibeli di e-commerce seperti Amazon. Gen Z juga cenderung melakukan pencarian dengan AI Generatif seperti ChatGPT untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Bernstein, menggunakan survei yang dilakukan pada April 2024 oleh Forbes Advisor dan Talker Research terhadap 2.000 warga Amerika. Survei itu mencatat bahwa 45 persen Gen Z lebih cenderung melakukan "pencarian sosial" melalui situs-situs seperti TikTok dan Instagram daripada Google.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan sekitar 35 persen generasi milenial, 20 persen Gen X, dan kurang dari 10 persen Boomer.

Bahkan seiring bertambahnya usia Gen Z, mereka semakin mengandalkan media sosial sebagai mesin pencari utama.

"Generasi Z juga tumbuh di Internet yang relatif matang. Sudah menjadi sifat alami bagi para pengguna ini untuk langsung mengakses sumbernya," ujar Shmulik.

Menurut data dari GWI Core, sekitar 40 persen Gen Z mengatakan bahwa mereka menggunakan media sosial sebagai mesin pencari utama untuk merek, produk, dan layanan pada tahun 2016, dan hampir 52 persen mengatakan hal yang sama pada tahun 2023.

Sementara media sosial seperti Instagram dan TikTok menyambut para generasi muda dengan menyediakan platform e-commerce dan iklan yang disesuaikan. Bahkan pendapatan iklan AS dari anak di bawah umur mencapai USD11 miliar pada 2023.(*)

Artikel Terkait