Rutin Olahraga Bantu Tingkatkan Produktivitas Seseorang
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami hubungan antara kesehatan fisik dan menta
Atmakusumah Astraatmadja, ketua Dewan Pers Indonesia periode 2000-2003 tutup usia pada Rabu (2/1/2024) sekitar pukul 13.05 WIB. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada usia 86 tahun.
Melansir MediaIndonesia.com, Atmakusumah wafat setelah beberapa lama mendapat perawatan di Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta.
Putra kedua Atmakusumah, Rama Ardana Astraatmadja, menuturkan sang ayah sempat dirawat di ICU RSCM Kencana karena mengalami gagal ginjal.
“Mohon doa bagi Ayah, semoga amal dan perbuatan selama hidupnya dikenang dan bermanfaat bagi semua yang ditinggalkannya,” ucap Rama Ardana Putra Kedua Atmakusumah.
Atmakusumah adalah sosok yang telah malang melintang di dunia jurnalisme Indonesia. Tak sekadar bekerja, ia dikenal dengan kegigihannya dalam memperjuangkan kemerdekaan pers di Indonesia.
Perjuangan pria kelahiran Labuan, Banten 20 Oktober 1938, dalam kemerdekaan pers di Indonesia itu telah dimulai sejak era Orde Lama di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno.
Dikutip dari Tribunnews.com, Atmakusumah Astaatmadja merupakan pemenang Penghargaan Ramon Magsaysay di tahun 2000 untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif.
Atmakusumah menerima penghargaan The Ramon Magsaysay Award Foundation di Manila pada 31 Agustus 2000 untuk perannya dalam meletakkan fondasi profesional dan kelembagaan bagi era baru kemerdekaan pers di Indonesia.
Prestasinya juga semakin berlanjut ketika ia sukses menyabet Penghargaan Kebebasan Pers di tahun2008 dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lantaran dinilai menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam memperjuangkan pers di Indonesia.
Tak sampai di situ saja, ia pun meraih Lifetime Achievement dalam Anugerah Dewan Pers pada tahun 2023 atas pengabdian dan jasanya kepada dunia pers.
Selain itu, sosok Atmakusumah juga sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Atmakusumah Astraatmadja bahkan diakui secara internasional, bukan hanya di Indonesia saja.
Atmakusumah Astraatmadja diketahui juga pernah menjadi penyiar Radio Australia (ABC) di Melbourne, Australia dan Deutsche Welle, radio Jerman di Koeln, Jerman, serta menjadi komentator masalah dalam negeri dan luar negeri pada Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta.(*)