Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Swiss mengumumkan penutupan duta besarnya untuk Iran di Teheran akibat situasi konflik yang terus memanas antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Pengumuman penutupan sementara kedutannya di Teheran itu diumukan pada pada Rabu (11/3). Keputusan ini diambil karena meningkatnya risiko keamanan di tengah perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Melansir dari Anadolu Kementerian Luar Negeri Swiss membuat keputusan tersebut akibar serangan yang dilakukan Iran ke beberapa negara di Timur Tengah. Faktor keamanan dan keselamatan staf di kedutaan Swiss menjadi yang utama dengan kondisi yang terjadi sekarang.
“Akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dan serangan Iran ke berbagai negara di Timur Tengah, keamanan staf di kedutaan Swiss di Teheran tidak lagi dapat dijamin,” tulis Kementerian Luar Negeri Swiss.
Kementerian menyebutkan bahwa duta besar Swiss untuk Iran, Olivier Bangerter, dan lima staf Swiss lainnya telah meninggalkan negara itu melalui jalur darat pada Rabu pagi. Mereka akan kembali ke Teheran setelah situasi memungkinkan.
Meskipun kedutaan ditutup, Swiss tetap menjalankan perannya sebagai perantara komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran serta menjaga fungsi konsuler dasar.
Konflik yang terjadi antara dua negara tersebut telah menewaskan ribuan orang. Setelah serangan saling balas antara AS, Israel, dan Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, Swiss menyerukan deeskalasi konflik dan kembalinya jalur diplomasi.
AS dan Iran sebelumnya menggelar putaran ketiga perundingan tidak langsung melalui mediator Oman mengenai program nuklir Iran di kota Jenewa, Swiss, pada 26 Februari. Dua hari kemudian, AS dan Israel melancarkan gelombang pertama serangan terhadap Iran, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ali Khamenei.