Rutin Olahraga Bantu Tingkatkan Produktivitas Seseorang
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami hubungan antara kesehatan fisik dan menta
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memiliki adik perempuan. Kim Yo Jong, namanya. Ia mendapat julukan sebagai perempuan paling berbahaya di dunia, kini mengancam Korea Selatan. Kim Yo Jong menjadi sorotan dunia.
Dalam buku ‘The Sister: North Korea’s Kim Yo Jong, the Most Dangerous Woman in the World’ karya Sung Yoon Lee, dijelaskan bagaimana Kim Yo Jong menjadi figur kunci rezim Korea Utara.
Selain berperan sebagai deputi de facto bagi sang kakak, Kim Yo Jong dikenal dengan sikap agresif dan ancaman keras terhadap negara-negara dianggap mengancam kepentingan Pyongyang.
Salah satu ancaman terbaru ditujukan kepada Korea Selatan soal insiden drone. Korut menuduh drone Korea Selatan (Korsel) melintasi langit Pyongyang dan membawa selebaran propaganda.
Dalam pernyataan tegasnya, perempuan berusia 37 tahun itu memperingatkan akan terjadi malapetaka mengerikan jika drone tersebut kembali ditemukan di wilayah udara mereka.
"Saat drone Korea Selatan kembali ditemukan di atas ibu kota kami, malapetaka yang mengerikan pasti akan terjadi. Saya berharap hal itu tidak terjadi," ancam Kim Yo Jong.
Kim Yo Jong pernah mengecam Presiden Korsel Yoon Suk Yeol karena menawarkan bantuan ekonomi kepada Korut dengan syarat denuklirisasi.
Kim Yo Jong merespons dengan sinis menyuruh Yoon tutup mulut, menegaskan bahwa Korut tidak akan tunduk pada tekanan atau iming-iming ekonomi dari Seoul.
Dalam pemerintahan, Kim Yo Jong semakin sering tampil menggantikan Kim Jong Un. Ada rumor menyebutkan kesehatan sang kakak menurun, bahkan diisukan meninggal dunia.
Mengenai karier politiknya, Kim Yo Jong bergabung dengan Partai Buruh Korea pada 2007, dan menjabat sebagai sekretaris untuk ayahnya, Kim Jong Il, hingga 2011.
Pangkat Kim Yo Jong di partai terus menanjak hingga menjabat posisi penting di jajaran politbiro Partai Buruh Korea.
Ketika laporan kesehatan Kim Jong Un memburuk pada April, media berfokus pada Kim Yo Jong sebagai calon penerus.
Beberapa analis menyarankan bahwa dia adalah pilihan paling mungkin menggantikan kakaknya mengingat hubungan dengan garis keturunan Paektu diklaim berhak memimpin Korea oleh keluarganya.
Sementara yang lain berpendapat bahwa Partai Buruh Korea didominasi laki-laki akan lebih memilih kepemimpinan dari pria.
Kim Yo Jong membuat penampilan publiknya yang pertama dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 dan bergabung dengan kakaknya untuk pembicaraan denuklirisasi dengan Presiden AS Donald Trump.
Kim Yo Jong lahir pada 26 September 1987. Ia menghabiskan tahun-tahun awalnya di kediaman ibunya di Bukit Ch'angkwang, Pyongyang, bersama dua kakak laki-lakinya.
Menurut koki keluarga Kenji Fujimoto, keluarga tersebut akan merayakan ulang tahunnya di rumah lain di Wonsan. Pada 1996, Kim Yo Jong dikirim ke Swiss untuk melanjutkan pendidikannya.
Kim Yo Jong mulai bersekolah di sekolah umum Liebefeld Hessgut, dan kemudian bergabung dengan Kim Jong Un di sekolah umum Liebefeld-Steinholzli. Kim Yo Jong dan Kim Jong Un, keduanya terdaftar dengan nama samaran.
Meski mereka tinggal bersama seorang bibi dan paman dan dilayani staf pengurus rumah tangga sekaligus pengawal, keduanya dilaporkan mengalami pengalaman terisolasi. Hal itulah yang membuat hubungan Kim Yo Jong dan Kim Jong Un menjadi dekat sebagaimana dilansir dari Biography.
Hampir tidak ada yang tahu aktivitas Kim Yo Jong di tahun-tahun setelah dia kembali ke Korut pada 2000 atau 2001.
Dia dilaporkan lulus dari Universitas Kim Il Sung di Pyongyang pada 2007 dengan gelar sarjana ilmu komputer.
Pada awal 2015, dikabarkan Kim Yo Jong menikah dengan Choe Song, putra komando militer kedua Kim Jong Un, Choe Ryong Hae. Dia dilaporkan hamil pada musim semi 2015 dan dikabarkan hamil lagi sekitar Olimpiade Musim Dingin 2018.(*)