Empat Penyakit yang Jadi Penyebab Kolesterol Susah Turun
Berikut ini ada empat penyakit yang jadi penganggu anda saat ingin menekan kolesterol:
Makanan yang tidak baik untuk sarapan umumnya adalah hidangan tinggi gula tambahan, lemak jenuh, dan karbohidrat sederhana. Makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah, menyebabkan penurunan energi dengan cepat, dan meningkatkan rasa lapar sebelum waktunya.
Dilansir dari marthastewart.com terdapat 5 jenis makanan sarapan yang perlu dihindari menurut ahli gizi. Meskipun begitu masih banyak orang yang melewatkan sarapan, atau memilih makanan yang tidak sehat. Kira-kira apa sajakah jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari saat sarapan?
Sarapan penting untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sarapan dapat diibaratkan sebagai bahan bakar pertama Anda sebelum memulai segala aktivitas Anda dalam satu hari.
Nah, menu sarapan juga tidak boleh sembarangan ya sahabat Kartini. Berikut ini adalah jenis makanan yang sebaiknya Anda hindari saat sarapan.
1.Daging olahan
Daging olahan seperti sosis, bacon, atau ham memang menyediakan protein. Sayangnya makanan tersebut tergolong sebagai makanan yang diproses dan seringkali tinggi lemak jenuh serta natrium.
Menurut ahli gizi, Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD, LDN, mengonsumsi lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan kolesterol secara keseluruhan.
Selain itu memulai pagi hari dengan makanan tinggi natrium dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah seiring waktu. Pada akhirnya kedua faktor tersebut dapat meningkatkan risiko masalah jantung, seperti penyakit jantung dan stroke.
Untuk mengganti daging olahan, para ahli merekomendasikan makanan tinggi protein lainnya, seperti telur, Greek yogurt, atau keju cottage.
2. Aneka olahan kue
Kue, seperti muffin atau donut memang menggoda dan terlihat cocok saja dinikmati saat sarapan. Masalahnya, kue-kue ini biasanya dibuat dengan tepung olahan, tinggi gula tambahan, dan mengandung lemak tidak sehat.
Menurut ahli Connie Elick, RD, tambahan gula dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan darah. Sedangkan lemak tidak sehat di dalamnya berkontribusi pada penyakit kardiovaskular, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Kue-kue seperti ini juga seringkali rendah serat dan protein yang dapat memperlambat pencernaan. Hal ini berlanjut menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah, dan membuat perut lapar dengan cepat.
Jika ingin menikmati sarapan manis, bisa ubah ke smoothies buah, puding chia, atau protein bar rendah gula.
3. Kopi Manis
Kopi telah menjadi minuman sehari-hari banyak orang. Tidak sedikit juga yang mengonsumsinya di waktu sarapan. Sebagian orang mungkin minum kopi hitam tanpa gula atau pemanis tambahan. Tetapi, tidak sedikit juga yang mengonsumsi kopi manis dengan gula, susu, atau krimer.
Minuman kopi manis seperti ini sebenarnya bukan pilihan baik. Menurut ahli Moore, minuman tersebut dapat menyebabkan lonjakan kafein dan kadar gula darah dengan cepat, diikuti penurunan yang nyata.
Ahli Ehsani juga menjelaskan jika minuman manis secara teratur dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes tipe-2 kesehatan tulang buruk, hingga penambahan berat badan yang tidak diinginkan.
4. Jus buah manis
Jus buah terdengar seperti sarapan yang sehat dan mengenyangkan. Namun, manfaatnya akan berubah ketika jus tersebut ditambah dengan gula atau pemanis berlebihan. Minum jus buah dengan banyak tambahan gula secara rutin bisa meningkatkan kadar trigliserida yang kemudian disimpan oleh hati sebagai lemak.
Ahli Couglin bahkan memperingati bahwa jus buah dan minuman manis merupakan penyebab utama penyakit hati berlemak, suatu kondisi yang bisa menyerang siapa saja.
Jika ingin mengonsumsi jus buah, sebaiknya pilih yang 100 persen tanpa tambahan gula.
5. Olahan roti
Selain kue, banyak juga yang sarapan dengan roti, seperti roti putih tawar atau olahan lainnya. Memang roti bisa menjadi menu sarapan mengenyangkan, tetapi makanan ini sebaiknya dihindari.
Sebab, roti tawar putih biasanya dibuat dari biji-biji lahan yang telah dihilangkan kulit luarnya, sehingga hanya menyisakan endosperma yang mengandung pati. Jika dimakan sendiri, akan meningkatkan kadar glukosa darah sekaligus gagal memberikan rasa kenyang dan nilai gizi.
Oleh karena itu, jika sarapan dengan roti olahan mungkin anda akan mengalami lonjakan gula darah. Sebagai gantinya, pilihlah roti gandum utuh dan padukan dengan sumber lemak sehat, protein, dan serat.