Ayu Ting-Ting Ungkap Ciri Pria Red Flag
Ayu menyebut bahwa laki-laki red flag umumnya memiliki kepribadian yang suka mengatur orang lain dan
Di balik gelombang makanan viral yang belakangan ramai di media sosial, tidak semuanya merupakan kuliner asli Indonesia. Sejumlah jajanan yang kini digemari masyarakat ternyata merupakan hasil adaptasi dari kuliner khas Tiongkok yang telah dimodifikasi menyesuaikan selera lokal, demikian diungkap sejumlah media kuliner nasional awal Juli ini.
Melansir laporan tribunjogja salah satu contoh makanan tersebut adalah gohyong atau ngohiong, hidangan yang berasal dari masyarakat Hokkien dan Teochew dengan nama asli Ngo Hiang atau Loh Bak. Versi aslinya menggunakan daging babi cincang berbumbu bubuk lima rempah yang dibungkus kulit tahu lalu digoreng.
Di Indonesia, hidangan ini diadaptasi menjadi versi halal menggunakan daging ayam atau sapi, disajikan dengan siraman kuah asam manis pedas serta cabai rawit hijau sesuai selera masyarakat setempat.
Tak hanya itu, contoh lainnya adalah tanghulu, jajanan tradisional asal China Utara, khususnya wilayah Beijing, yang sudah dikenal sejak masa Dinasti Song. Kudapan ini dibuat dari buah yang ditusuk menyerupai sate lalu dilapisi sirup gula hingga mengeras dan menghasilkan tekstur renyah manis yang belakangan viral di berbagai platform media sosial Tanah Air.
Fenomena adaptasi kuliner semacam ini bukan hal baru mengingat pengaruh budaya masyarakat Tionghoa telah lama berkembang di Indonesia, khususnya dalam ranah kuliner. Meski demikian, tidak ada catatan pasti mengenai siapa pertama kali memperkenalkan tren-tren tersebut secara masif ke publik Indonesia melalui media sosial.
Perubahan fenomena ini menegaskan bahwa kekayaan kuliner Indonesia terbentuk dari proses akulturasi panjang lintas budaya, yang kemudian terus berkembang mengikuti selera dan kreativitas masyarakat modern tanpa menghilangkan jejak sejarah di baliknya.