Polri: Perpanjang STNK Tanpa Data KTP Sebelumnya Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya!
Kebijakan baru ini hadir sebagai respons atas polemik kewajiban melampirkan KTP pemilik sebelumnya y
Ketupat lebaran menjadi salah satu menu makanan khas lebaran yang banyak dicari orang. Menu makanan ikonik saat lebaran ini biasanya menjadi pendamping utama dengan disandingkan opor ayam ataupun rendang.
Melansir Kompas.com adapun tips dalam membuat ketupat agar menjadi santapan yang enak saat dimakan. Executive Chef di Hotel Santika Premiere Bintaro, Hasanudin Effendi mengungkapkan jika pemilihan jenis beras sangat menentukan hasil akhir hingga tekstur ketupat.
"Jenis beras yang bagus untuk membuat ketupat adalah jenis beras yang pulen namun tidak terlalu lembek," ujar Hasanudin.
Dalam penjelasannya, beliau menekankan pentingnya menggunakan beras yang berkualitas tinggi. Memilih beras yang tepat sangat krusial agar tekstur ketupat padat, kenyal, dan tahan lama. Berikut ini ada tips yang bisa anda praktikan dirumah untuk membuat ketupat menjelang lebaran.
Tips memilih beras untuk ketupat Lebaran
1. Kenali karakteristik beras di pasaran
Sebelum belanja, kamu harus tahu dulu kalau beras yang beredar di pasaran punya karakteristik yang beda-beda. Ada yang pulen, ada juga yang pera. Untuk ketupat, kamu perlu jenis beras yang bisa mengembang dengan baik di dalam janur. Beberapa varian populer yang sering kita temui antara lain:
-Pandan Wangi
-Rojolele
-Setra Ramos
-IR 64
2. Apakah beras pandan wangi bagus untuk ketupat?
Jawabannya, Bisa banget! Beras Pandan Wangi dikenal dengan aromanya yang harum alami dan teksturnya yang pulen. Jika kamu menggunakan Pandan Wangi untuk ketupat, hasilnya akan sangat wangi dan lembut.
Namun, ada sedikit catatan. Karena Pandan Wangi termasuk beras premium yang teksturnya pulen, pastikan kamu mengisi selongsong ketupat dengan takaran yang pas (sekitar 2/3 bagian) agar hasilnya tidak terlalu lembek dan tetap padat saat dipotong.
3. Jenis beras pera (IR 42) untuk hasil lebih padat
Jika kamu lebih suka ketupat yang teksturnya padat, kokoh, dan tidak mudah hancur, para ahli kuliner sering menyarankan menggunakan beras jenis pera, seperti varietas IR 42.
Beras pera memiliki kandungan amilosa yang lebih tinggi, sehingga saat dimasak dalam waktu lama di dalam ketupat, bulirnya akan menyatu dengan kuat tapi tetap terasa bernas. Ketupat jenis ini biasanya juga lebih tahan lama dan tidak mudah basi.
4. Perhatikan kebersihan beras
Apapun jenis beras yang kamu pilih, pastikan kondisinya bersih. Beras yang bagus untuk ketupat adalah beras yang:
-Berwarna putih bening (bukan kusam)
-Tidak banyak butiran yang patah (menir)
-Bebas dari kutu atau kotoran
Tidak berbau apek
Beras yang kurang bersih atau sudah lama disimpan cenderung membuat ketupat lebih cepat berlendir atau basi dalam hitungan jam.
5. Tips Tambahan: Cuci dan Rendam
Setelah memilih beras terbaik, jangan lupa untuk mencucinya sampai bersih (sekitar 2-3 kali bilas). Untuk hasil yang lebih kenyal, kamu bisa merendam beras selama 30-60 menit sebelum dimasukkan ke dalam selongsong janur.
Anda uga bisa menambahkan sedikit garam atau air kapur sirih pada air rendaman agar tekstur ketupat lebih awet dan warnanya lebih cantik. Setelah memilih beras terbaik, jangan lupa untuk mencucinya sampai benar-benar bersih.
"Cucilah beras hingga airnya jernih. Setelah itu, rendam beras selama 30 menit sebelum dimasukkan ke dalam selongsong janur," tambah Hasanudin.
Proses perendaman ini berfungsi agar beras lebih cepat matang merata dan teksturnya menjadi lebih kenyal saat sudah menjadi ketupat.
Jadi, pilihan beras kembali lagi ke selera keluarga. Kalau suka yang wangi dan lembut, Pandan Wangi atau Rojolele pilihannya. Tapi kalau mau ketupat yang awet dan padat ala pedagang sate, beras pera (IR 42) adalah juaranya.
Selamat mencoba dan selamat menyambut Lebaran dengan hidangan ketupat yang sempurna!