Uya Kuya Tekankan Pentingnya Sinergi Bersama Demi Optimalisasi Program MBG
Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga merupakan instr
Sering makan es batu tanpa disadari bisa menjadi pertanda munculnya sakit anemia bila terus dilakukan dengan jangka waktu yang lama. Tak hanya itu, mengkonsumsi es batu ternyata juga bisa memicu penyakit kesehatan lainnya didalam tubuh. Meski terlihat tidak berbahaya, kebiasaan ngemil es batu ini bisa berdampak buruk jika dilakukan terus-menerus.
Dalam dunia medis, gangguan makan tak hanya sebatas diet esktrem atau makan berlebihan saja, tapi ada banyak kebiasaan kecil yang ternyata masuk ke dalam gejala gangguan makanan.
Kebiasaan mengunyah es batu atau yang dikenal sebagai pagophagia, yang merupakan gangguan makan berupa keinginan terus-menerus untuk mengunyah es batu, serpihan es atau makanan beku lainnya.
Pagophagia termasuk ke dalam gangguan makan Pica yang lebih spesifik, di mana penderitanya hobi menyantap benda aneh atau non-makanan. Tapi Pagophagia sendiri kerap menjadi gejala klinis dari anemia atau kekurangan zat besi.
Dilansir dari mStar sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara keduanya. Bahkan dalam satu studi, 13 dari 81 penderita anemia menunjukkan kebiasaan mengunyah es secara berlebihan.
Pada beberapa kasus, keinginan tersebut berkurang setelah mereka mengonsumsi suplemen zat besi. Selain faktor fisik, kondisi emosional juga bisa memicu kebiasaan ini. Orang yang sedang stres atau cemas kerap menjadikan aktivitas mengunyah es sebagai cara untuk menenangkan diri.
Bahkan dalam beberapa kasus, perilaku ini dikaitkan dengan gangguan obsesif kompulsif atau dikenal juga dengan OCD, di mana seseorang terdorong melakukan tindakan berulang sebagai respons terhadap pikiran obsesif.
Tak hanya itu, dehidrasi ringan juga bisa jadi penyebabnya. Karena aat tubuh kekurangan cairan, es batu terasa membantu melembapkan mulut sekaligus memberi sensasi lega di tenggorokan. Apalagi es batu bisa membantu menurunkan suhu tubuh.
Jika kebiasaan ini terus berlanjut dan sulit untuk menghentikannya, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui penyebab pastinya dan mencegah dampak yang lebih serius.