Ilustrasi. Foto: Pinterest

Hindari Kebiasaan Menggunakan Earphone? Ini Kata Dokter Spesialis THT

 

Penggunaan earphone atau headphone sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari mendengarkan musik, menonton video, hingga mengikuti rapat daring. Meski praktis, penggunaan perangkat audio tersebut tetap perlu diperhatikan agar tidak berdampak pada kesehatan telinga.

Melansir Antara Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (THT-KL) dr. Harim Priyono, SpTHTBKL, Subsp. Oto (K) mengingatkan bahwa paparan suara yang terlalu keras dalam waktu lama dapat memengaruhi fungsi pendengaran.

Menurutnya, saat menggunakan earphone atau headphone, telinga akan menerima paparan suara secara langsung. Jika volumenya terlalu tinggi dan digunakan dalam durasi lama, hal ini berpotensi memicu gangguan pendengaran akibat bising atau noise induced hearing loss.

“Kalau kita menggunakan earphone atau headphone akan ada paparan bising. Gangguan yang ditimbulkan bukan tipe konduktif, tetapi sensori neural dan sifatnya permanen,” ujar dr. Harim.

Ia menjelaskan, gangguan sensori neural terjadi pada bagian telinga dalam, tepatnya pada sel rambut di koklea atau rumah siput. Sel rambut tersebut berperan penting dalam mengubah getaran suara menjadi sinyal yang kemudian diteruskan ke otak.

Jika sel rambut di koklea mengalami kerusakan akibat paparan suara keras secara terus-menerus, kemampuan pendengaran dapat menurun dan tidak dapat kembali seperti semula. Karena itu, penggunaan perangkat audio perlu dilakukan dengan lebih bijak.

Untuk membantu menjaga kesehatan telinga, Harim menyarankan masyarakat mengikuti prinsip penggunaan earphone yang dikenal sebagai aturan 60–60. Aturan ini berarti volume suara sebaiknya tidak lebih dari 60 persen dari kapasitas maksimal perangkat.

Selain itu, durasi penggunaan earphone secara terus-menerus juga disarankan tidak lebih dari 60 menit. Setelah digunakan selama satu jam, telinga sebaiknya diberi waktu istirahat sebelum kembali terpapar suara dari perangkat audio.

“Setelah 60 menit sebaiknya diberi waktu istirahat sekitar 15 menit atau lebih sebelum digunakan kembali,” kata Harim.

Memberi jeda waktu tersebut penting agar telinga memiliki kesempatan untuk beristirahat dari paparan suara yang terus-menerus. Dengan kebiasaan penggunaan yang lebih bijak, masyarakat tetap dapat menikmati berbagai konten audio melalui earphone tanpa mengabaikan kesehatan telinga.

Artikel Terkait