Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

MBG Bukan Hanya Gizi, Tapi Tentang Membangun Budaya Sehat di Masyarakat

Bogor, Jawa Barat (14/3) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi IX, Achmad Ru'yat, menegaskan pentingnya implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program MBG bersama mitra kerja yang digelar di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, pada Jumat, (13/3).

Sosialisasi dari Komisi IX bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dalam sambutannya, Achmad Ru’yat menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program pembagian makanan, tetapi merupakan strategi nasional dalam membangun budaya hidup sehat sejak dini.

“Dalam upaya membangun fondasi kokoh menuju Generasi Emas 2045, pemerintah bersama mitra kerja DPR RI menekankan pentingnya implementasi program Makan Bergizi Gratis yang terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan sebuah intervensi holistik untuk membangun budaya kesehatan permanen di lingkungan sekolah,” ujar Achmad Ru’yat.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG harus didukung dengan kesiapan fasilitas dan sistem yang memadai di setiap satuan pendidikan.

“Untuk menjamin kualitas, setiap satuan pendidikan wajib memenuhi matriks kesiapan yang mencakup ketersediaan sarana prasarana seperti area transit dan fasilitas cuci tangan, validasi data penerima melalui Dapodik, serta kesiapan sumber daya manusia dan materi edukasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ru’yat menuturkan bahwa keamanan dan kualitas makanan menjadi prioritas utama dalam program ini. Setiap makanan yang didistribusikan ke sekolah harus melalui uji organoleptik untuk memastikan kelayakan konsumsi sebelum diberikan kepada siswa.

MBG bukan hanya tentang pemberian makanan, tetapi juga membangun budaya hidup sehat, meningkatkan konsentrasi belajar siswa, serta membentuk karakter melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Pelaksanaan program MBG sendiri berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Lembaga ini bertugas menyusun kebijakan teknis, melakukan koordinasi lintas sektor, serta mengawasi distribusi program agar tepat sasaran dan berjalan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah, DPR RI, serta masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Program ini juga menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.

 

Artikel Terkait