Polri: Perpanjang STNK Tanpa Data KTP Sebelumnya Bisa Dilakukan, Ini Syaratnya!
Kebijakan baru ini hadir sebagai respons atas polemik kewajiban melampirkan KTP pemilik sebelumnya y
Gempa bumi magnitudo 7,6 yang yang berpusat di perairan Bitung yang juga hampir dirasakan dibeberapa kota besar di Sulawesi Utara. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) menyebut gempa yang terjadi di Sulut masuk kedalam gempa bumi megathrust.
Dikutip dari Kompas.com Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Riyono mengonfirmasi bahwa gempa Sulut termasuk kedalam kategori gempa megathrust.
“Jadi ini memang dangkal, laut, dan ini termasuk megathrust ya,” kata Rahmat Riyono.
Gempa megathrust adalah gempa yang terjadi di bidang kontak antara dua lempeng tektonik (zona subduksi). Berdasarkan analisis BMKG, gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau disebut sebagai thrust fault.
Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan bahwa gempa megathrust kali ini disebabkan oleh subduksi laut ke wilayah daratan. “Ini dari subduksi laut Maluku terhadap di wilayah Sulawesi Utara,” tambahnya.
“Jadi, Laut Maluku yang muncul ke wilayah Sulawesi Utara dan episenter ada di Punggungan Melayu, dan kemudian cukup dangkal dan ini kategori sesar naik,” sambungnya.
Rahmat menyebut, gempa megathrust memiliki potensi tsunami yang sangat tinggi dibandingkan gempa akibat mekanisme mendatar. Akibat gempa megathrust M 7,6 tersebut mengakibatkan sejumlah wilayah merasakan dampaknya dengan intensitas kekuatan getaran berbeda-beda.
Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis, pukul 06.48 Wita, sangat terasa di Kota Manado. Episenter gempa Sulut tersebut ada di 1,25 Lintang Utara (LU) dan 126,27 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman hiposenter 33 kilometer.