Ada yang Beda dari Penampilan Idgitaf Usai Ramai Dikritik
Isgitaf tampil perdana tanpa menggunakan wig setelah ramai dikritik netizen karena dianggap kurang c
Rutinitas sehari-hari yang begitu padat terkadang membuat seseorang kekurangan waktu istirahat hingga jam tidur. Padahal, riset neurosains terkini menempatkan kualitas tidur sebagai fondasi kesehatan yang tidak bisa digantikan oleh suplemen atau kopi.
Dikutip dari Kompas.com berdasarkan hasil survei yang dilakukan di berbagai kota besar Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata warga perkotaan tidur kurang dari tujuh jam per malam. Kemacetan, jam kerja panjang, dan kebiasaan scrolling media sosial sebelum tidur menjadi faktor yang menggerus waktu istirahat malam.
Dengan kondisi tersebut tentu akan berbahaya bila berlangsung secara terus menerus. Ahli saraf menjelaskan bahwa tidur bukan sekadar istirahat pasif. Selama tidur, otak secara aktif membersihkan limbah metabolik melalui sistem glimfatik termasuk protein beta-amyloid yang, jika menumpuk, dikaitkan dengan Alzheimer. Memori juga dikonsolidasi, dan hormon pertumbuhan disekresikan terutama pada fase tidur nyenyak (NREM stage 3). Gangguan pada siklus ini berdampak langsung pada kemampuan kognitif keesokan harinya.
Utang tidur dan mitos "kejar di akhir pekan"
Banyak orang percaya bahwa tidur panjang di akhir pekan bisa "membayar" utang tidur selama seminggu. Penelitian dari University of Pennsylvania yang dikutip oleh pakar kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa keyakinan ini keliru. Kekurangan tidur kronis memiliki efek kumulatif yang tidak bisa dipulihkan sepenuhnya hanya dengan tidur siang atau tidur lebih lama sesekali.
Dokter spesialis tidur merekomendasikan konsistensi waktu tidur dan bangun setiap hari termasuk akhir pekan sebagai fondasi utama. Menghindari cahaya biru dari layar setidaknya satu jam sebelum tidur, menjaga suhu kamar sejuk (18–22 derajat Celsius), dan menghindari kafein setelah pukul 14.00 adalah langkah-langkah berbasis bukti yang mudah diterapkan tanpa biaya.