Minum Kopi yang Direkomendasikan Agar Tak Menganggu Waktu Tidur
Kafein merupakan zat yang larut dalam air dan lemak sehingga bisa diserap oleh tubuh dengan mudah.
Ada dua istilah dalam dunia skincare yang sering digunakan yaitu hydration (hidrasi) dan moisture (kelembapan). Sebenarnya apa sih perbedaannya?
Mungkin kedua istilah ini sudah nggak asing lagi dibenak para skincare enthusiast. Banyak banget produk skincare yang menawarkan klaim hidrasi dan/atau kelembapan untuk kulit. Kadang-kadang, istilah ini sering digunakan bersamaan. Jadi bingung kan, sebenarnya hydration dan moisture itu punya makna yang sama, atau enggak, ya?
Istilah “hydration” kerap dikaitkan dengan air, sementara itu, istilah “moisture” lebih sering dikaitkan dengan oil/minyak. Analogi simpelnya adalah, ketika tubuh kita dehidrasi, maka tubuh membutuhkan cairan tambahan. Oleh karena itu, makna “hidrasi” dianggap sama dengan “air”.
Sementara, istilah “moisture” yang sering dihubungkan dengan minyak, malah bikin banyak orang mengalami mispersepsi, dan jadi menganggap moisturizer nggak diperlukan untuk kulit yang sudah berminyak. Padahal, apapun jenis kulitnya, semua membutuhkan hidrasi dan kelembapan yang optimal.
Nah, anggapan ini akhirnya menggiring konsumen untuk memahami bahwa hydrating product berbeda dengan moisturizing product. Hydrating product sering diasosiasikan sebagai produk berbasis liquid seperti hydrating toner, essence dan serum. Sebaliknya, moisturizing product sering diasosiasikan dengan produk-produk seperti oil, lotion dan cream.
Sebagai konsumen, kita juga jadi cenderung menganggap kalau kita hanya butuh salah satunya saja, padahal kulit membutuhkan keduanya, lho.
Ternyata faktanya, hydration and moisture are literally the same, lho!
Dari hasil penelusuran pada Cambridge Dictionary, diperoleh makna “hydration” sebagai “the process of making your body absorb water or other liquid”, dan “moisture” sebagai “a liquid such as water in the form of very small drops, either in the air, in a substance, or on a surface”.
Artinya, secara harfiah, baik hidrasi dan kelembapan sama-sama diasosiasikan dengan kandungan air, dan nggak ada kaitannya dengan minyak sama sekali. Oleh karena itu, istilah “hydration” dan “moisture” dalam skincare punya makna yang sama.
Persepsi tentang perbedaan makna “hydration” dan “moisture” ini juga ditentang oleh scientist dan beauty enthusiast, Michelle Wong. Menurutnya, penggunaan istilah “hydration” dan “moisture” untuk makna yang berbeda kurang tepat secara ilmiah. Bahkan kedua istilah ini dinilai sebagai jargon yang tidak bermanfaat, dan malah cuma bikin bingung.
Menurut Michelle dalam blog-nya, “It doesn’t make sense intuitively, or technically, I’m going to stick my neck out and propose that people stop trying to make hydration vs moisture happen”.
Namun, berhubung air dan minyak merupakan dua komponen penting dalam skincare, istilah berbeda untuk merujuk keduanya tetap diperlukan. Well, biar nggak bikin kita sebagai konsumen bingung lagi, mungkin brand skincare bisa mempertimbangkan saran Michelle Wong untuk memilih istilah yang lebih aktual tanpa perlu memelintir arti kata untuk menyampaikan maksudnya.
Setelah baca artikel ini, semoga kamu nggak bingung lagi dengan perbedaan hidrasi dan kelembapan, ya. Dua-duanya punya arti yang sama, dan sama pula pentingnya untuk kulit!