Ilustrasi. Foto: Pinterest

Minum Kopi yang Direkomendasikan Agar Tak Menganggu Waktu Tidur

 

Kebanyakan orang minum kopi di pagi hari untuk mencegah kantuk saat mulai beraktivitas, tetapi ada juga yang suka minum kopi di sore hari. Lantas, sebenarnya kapan waktu terbaik untuk minum kopi? Simak penjelasannya berikut ini!

Dikutip dri Wired berikut ini ada 5 tips minum kopi di waktu yang tepat. Para ahli menyebut ada waktu tertentu yang dianggap lebih ideal untuk menikmati kopi. Dengan cara ini, manfaat kafein bisa dirasakan lebih maksimal tanpa efek samping berlebihan.

Bagi orang-orang yang sibuk bekerja, kopi sudah menjadi minuman andalan sehari-hari karena kemampuannya yang dapat meningkatkan energi serta mencegah kantuk. Khasiat kopi untuk mencegah kantuk dan meningkatkan energi didapatkan karena kandungan kafein dalam kopi.

Kafein merupakan zat yang larut dalam air dan lemak sehingga bisa diserap oleh tubuh dengan mudah. Zat ini bekerja untuk membuat Anda tetap terjaga dengan menempel pada adenosin.

Berikut ini ada 5 tips rekomendasi waktu yang anjurkan untuk minum kopi:

1. Jangan Minum Kopi Setelah Bangun Tidur

Banyak orang mengandalkan kopi untuk memulai hari. Namun, minum kopi terlalu cepat setelah bangun tidur ternyata kurang disarankan. Saat bangun, tubuh secara alami mengalami lonjakan hormon kortisol. Hormon ini berperan meningkatkan energi dan kewaspadaan.

"Kortisol secara alami meningkat saat kita bangun," kata ahli gizi Julia Zumpano. Karena itu, kopi sebaiknya diminum sekitar satu jam setelah bangun.

2. Waktu Minum Kopi Bisa Berbeda untuk Setiap Orang

Tidak ada aturan waktu minum kopi yang sama untuk semua orang. Hal ini bergantung pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Orang yang terbiasa bangun pagi memiliki pola kewaspadaan berbeda. Begitu juga mereka yang cenderung aktif pada siang atau malam hari.

"Jika harus bangun lebih awal dari ritme alami tubuh, semakin cepat minum kopi justru bisa membantu," ujar ahli gizi Ella Akkerman.

3. Hindari Minum Kopi Saat Perut Kosong

Minum kopi saat perut kosong dapat memengaruhi kadar gula darah. Kondisi ini bisa membuat tubuh lebih cepat lemas atau gemetar. Kafein merangsang pelepasan cadangan gula dari hati sebagai sumber energi. Jika tubuh belum mendapat asupan makanan, efeknya bisa lebih terasa.

"Jika belum makan apa pun, Anda bisa mengalami gula darah rendah," jelas Akkerman. Karena itu, sarapan ringan lebih dianjurkan.

4. Batasi Konsumsi Kafein Harian

Konsumsi kafein berlebihan dapat memicu berbagai keluhan kesehatan. Mulai dari gelisah, cemas, hingga jantung berdebar. Batas aman konsumsi kafein untuk kebanyakan orang dewasa sekitar 400 mg per hari. Jumlah ini setara sekitar empat cangkir kopi seduh.

Jika tubuh terasa tidak nyaman setelah minum kopi, sebaiknya kurangi porsinya. Kemampuan tubuh mengolah kafein juga berbeda-beda.

5. Berhenti Minum Kopi pada Sore Hari

Minum kopi terlalu sore bisa mengganggu kualitas tidur malam. Efek kafein dapat bertahan berjam-jam di dalam tubuh. Meski tetap bisa tertidur, kualitas istirahat belum tentu optimal. Akibatnya, tubuh bisa terasa kurang segar keesokan harinya.

"Banyak pasien baru sadar tidurnya lebih nyenyak setelah mengurangi kafein," kata Zumpano. Karena itu, minum kopi sebaiknya dihentikan sebelum sore.

 

Artikel Terkait