Minum Kopi yang Direkomendasikan Agar Tak Menganggu Waktu Tidur
Kafein merupakan zat yang larut dalam air dan lemak sehingga bisa diserap oleh tubuh dengan mudah.
CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan perubahan besar dalam arah bisnis perusahaan dengan memutuskan menghentikan produksi mobil listrik konvensional, dan mengalihkan fokus pada kendaraan otomatis tanpa sopir untuk layanan ride-hailing atau robotaxi.
Keputusan Elon Musk mengecewakan para investor yang sebelumnya berharap Tesla terus memproduksi dan menjual mobil listrik (EV) reguler untuk konsumen luas.
Musk beralasan pengembangan EV biasa tidak dilengkapi teknologi otonom sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya.
Saat ditanya tentang rencana Tesla memproduksi EV seharga USD25.000 (sekitar Rp400 juta), Musk berkomentar bahwa model seperti itu tidak sejalan dengan visi jangka panjang Tesla.
“Menurut saya, memproduksi mobil listrik standar seharga USD25.000 tidak masuk akal, dan sia-sia,” ungkap Musk, dikutip dari Business Insider.
"Itu konyol. Itu akan sepenuhnya bertentangan dengan apa yang kita yakini," imbuhnya.
Miliarder tersebut mengatakan semua kendaraan Tesla ke depannya akan disematkan sistem otomatis dan sudah seharusnya kendaraan EV menjadi tanpa awak (self-driving) di masa depan.
Sebelumnya, Musk menjanjikan Tesla akan merilis mobil listrik lebih terjangkau pada 2025. Namun, pertemuan terbaru ini, Musk lebih banyak membahas rencana ambisius terkait robotaxi diperkirakan akan diluncurkan pada 2027.
Tesla baru-baru ini juga memperkenalkan model robotaxi pertama, “Cybercab”, pada sebuah acara di Los Angeles. Kendaraan ini berdesain futuristik menarik perhatian dengan nuansa fiksi ilmiah ala Hollywood.
Kendaraan dua tempat duduk ini rencananya akan dijual dengan harga sekitar USD30.000 (sekitar Rp470 juta).
Namun, para ahli meragukan kelancaran penerapan rencana ini, karena Cybercab tidak dilengkapi setir atau pedal mungkin menghadapi tantangan dalam memperoleh izin dari regulator.(*)