Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Jerawat Membandel di Dagu? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

 

Jerawat di area dagu dan rahang kerap menjadi keluhan yang muncul berulang, terutama pada perempuan dewasa. Berbeda dengan jerawat di dahi atau hidung, jerawat dagu sering dikaitkan dengan perubahan hormon. Memahami pemicunya membantu memilih penanganan yang tepat.

Penyebab utama adalah fluktuasi hormon androgen yang merangsang kelenjar minyak menghasilkan sebum berlebih. Kondisi ini lazim terjadi menjelang menstruasi, saat stres, atau pada gangguan hormonal seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). Sebum berlebih yang bercampur sel kulit mati menyumbat pori dan memicu peradangan.

Melansir dari Antara selain hormon, adapun faktor lainnya yang juga dapat mempengaruhi. Kebiasaan menyentuh atau menopang dagu dengan tangan memindahkan kotoran dan bakteri ke kulit. Masker wajah yang kotor, produk perawatan atau kosmetik yang menyumbat pori, serta sisa sabun atau pasta gigi di sekitar mulut juga dapat memperburuk kondisi.

Pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan pada sebagian orang dikaitkan dengan jerawat yang lebih aktif, meski responsnya berbeda-beda.

Untuk penanganan, dokter kulit menyarankan dimulai dari perawatan dasar. Bersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih lembut, gunakan pelembap non-komedogenik, dan jangan lupa tabir surya.

Bahan aktif seperti benzoyl peroxide, asam salisilat, atau retinoid topikal dapat membantu mengurangi sumbatan dan peradangan bila dipakai sesuai anjuran. Mulailah dengan konsentrasi rendah untuk menghindari iritasi.

Hindari memencet jerawat karena berisiko menimbulkan infeksi, bekas hitam, atau bopeng. Ganti masker secara teratur dan cuci sarung bantal seminggu sekali.

Jika jerawat berupa benjolan dalam, nyeri, muncul terus-menerus, atau disertai haid tidak teratur dan rambut tumbuh berlebih, konsultasikan ke dokter. Terapi hormonal atau obat resep tertentu mungkin diperlukan dan hanya boleh dengan pengawasan dokter.

Yang terpenting, kulit butuh waktu. Hasil perawatan biasanya baru terlihat setelah 6–8 minggu pemakaian konsisten. Bersabar dan tidak sering gonta-ganti produk menjadi salah satu kunci keberhasilan.

 

Artikel Terkait