Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Bahan Pakaian Ini Ternyata Bisa Bikin Bau Badan Lebih Mudah Muncul

 

Bau badan tidak hanya dipengaruhi oleh kebersihan tubuh. Cara berpakaian ternyata turut menentukan. Dokter kulit menjelaskan bahwa keringat sendiri hampir tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri di kulit menguraikan keringat. Pakaian yang menjebak lembap dan panas menciptakan lingkungan yang disukai bakteri.

Melansir dari beutynesia.id baju dengan bahan poliester, nilon, spandeks, hingga rayon dan crinkle dapat membuat bau badan lebih mudah muncul karena sifat bahannya yang kurang menyerap keringat dan tidak memiliki sirkulasi udara (breathable) yang baik.

Berikut ini adalah kesalahan dalam memilih bahan pakaian yang mungkin tidak anda sadari.

1.Memilih bahan sintetis untuk aktivitas panjang

Baju dengan bahan poliester dan nilon cenderung kurang menyerap dan menahan kelembapan, sehingga bau bisa menempel pada serat, terutama pada pakaian olahraga. Bahan katun, linen, atau serat yang menyerap keringat dan cepat kering lebih nyaman untuk cuaca tropis. Namun, beberapa kain olahraga modern dirancang antibau, sehingga label keterangan perlu dibaca terlebih dahulu.

2. Menggunakan pakaian terlalu ketat

Menggunakan pakaian ketat atau berlapis di area ketiak dan selangkangan ternyata mempunyai pengaruh yang cukup besar. Sirkulasi udara berkurang sehingga keringat sulit menguap.

3. Menggunakan pakaian yang sudah berkeringat tanpa dicuci

Menggunakan baju yang sudah digunakan sebelumnya terutama baju dalam dan kaus kaki bisa menjadi salah satu penyebab keringat muncul. Keringat dan sel kulit mati yang tersisa menjadi "makanan" bagi bakteri.

4. Cara mencuci

Menyimpan baju basah atau lembap di keranjang cucian terlalu lama, memakai deterjen terlalu sedikit, atau tidak membilas bersih membuat sisa bau menetap. Menjemur pakaian di tempat yang tidak terkena sinar dan udara juga memicu bau apek. Penggunaan pelembut berlebihan dapat melapisi serat sehingga menahan bau.

Untuk mencegah hal tersebut, anda bisa ganti pakaian setelah berkeringat banyak, pilih bahan berpori, dan beri jarak antara tubuh dengan pakaian pada area rawan.

Cuci pakaian setelah dipakai, jemur hingga benar-benar kering, dan sesekali rendam dengan air hangat atau larutan cuka untuk membantu mengurangi bau membandel. Jaga kebersihan tubuh dengan mandi teratur dan gunakan antiperspiran atau deodoran sesuai kebutuhan.

Jika bau badan sangat kuat atau berkeringat berlebihan (hiperhidrosis), konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebab dan penanganan medis.

 

Artikel Terkait