PPIH Makkah Terapkan Aturan Baru untuk Jamaah Haji 2026
PPIH juga mengingatkan jamaah untuk selalu membawa kartu Nusuk saat keluar dari hotel. Kartu Nusuk m
Kain Batik merupakan kekayaan dan warisan budaya tak benda asal Indonesia. Tak ada satupun negara yang berani membantah itu. Dari visual hingga bentuk dari kain batik, menunjukkan identitas dan cerita budaya di Tanah Air. Corak batik memiliki bentuk beragam, untuk itu ada teknik khusus yang perlu dilakukan agar kain batik anda bisa bertahan hingga bertahun-tahun.
Terlebih jika pada corak batik itu tampak aksara atau idiom budaya yang tentunya perlu melakukan cara khusus untuk merawatnya. Batik merupakan kekayaan intelektual Indonesia, yang sudah diakui juga oleh UNESCO sejak 2009 silam.
Dikutip dari Kompas.com Seniman Batik Jakarta, Dave Tjoa yang telah lebih dari 25 tahun berkiprah di industri batik membagikan tips perawatan kain batik supaya lebih awet dan tidak menjadi sampah tekstil yang merusak lingkungan.
Dave Tjoa membagikan cara dalam merawat kain batik agar tetap awet, corak tetap bagus hingga dapat digunakan bertahun-tahun. Berikut ini ada 4 cara dalam merawat kain batik ala Dave Tjoa.
Cara Merawat Batik
1.Menjaga kondisi ruangan tetap kering untuk mencegah jamur pada kain batik
Dave Tjoa menyebut ketika diwawancarai Kompas.com di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta, pada Kamis (23/04), bahwa musuh utama dari kain batik adalah kelembapan. Kondisi yang lembap dapat memicu munculnya jamur yang merusak serat kain.
Untuk kain batik yang dijadikan pajangan, Dave menyarankan penggunaan silica gel di bagian belakang bingkai. Cara ini membantu menjaga kondisi tetap kering dan mengurangi risiko kerusakan.
2. Membersihkan debu secara berkala tanpa merusak serat kain
Selain itu, kain batik juga perlu dibersihkan secara berkala. Debu yang menempel bisa dihilangkan dengan teknik vakum secara perlahan agar tidak merusak serat kain.
3. Menggunakan bahan pencuci yang lembut agar warna batik tetap terjaga
Dalam proses pencucian batik, sebaiknya menggunakan bahan yang lembut seperti lerak atau baby shampoo. Penggunaan deterjen pun sebaiknya menggunakan deterjen khusus batik yang bisa ditemukan di pasaran. Dave tidak merekomendasikan penggunaan deterjen biasa, karena dapat merusak warna batik.
4. Menghindari paparan sinar matahari langsung saat menjemur batik
Kain batik yang telah dicuci, tidak boleh dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dave menyarankan agar kain batik yang telah dicuci, dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja. Tujuannya untuk menjaga warna dan kualitas batik tetap awet dalam jangka panjang.
“Kain takut tidak boleh kena matahari langsung,” tegasnya.
Untuk jenis bantik lainnya yang harganya lebih terjangkau, perlakuannya bisa lebih fleksibel, meski tetap perlu hati-hati ketika mencuci dan menjemur, agar warna tidak cepat pudar. Dave juga menekankan bahwa memahami nilai di balik selembar kain batik menjadi kunci utama dalam menentukan cara merawatnya.