Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Felly Runtuwene: Perbaikan Gizi Anak Menjadi Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Minahasa Utara, Sulawesi Utara (3/5) - Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menegaskan bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja yang digelar pada Kamis (30/4) di Jemaat Betlehem Airmadidi, Airmadidi Bawah, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Felly Runtuwene menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional atas pelaksanaan sosialisasi Program MBG yang dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa.

“Kualitas sumber daya manusia Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana kita menjaga dan memperbaiki status gizi masyarakat sejak usia dini,” ujarnya.

Ia menyoroti masih adanya tantangan serius di bidang gizi, seperti stunting, wasting, dan anemia, khususnya pada ibu hamil dan anak-anak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, sosial, hingga ekonomi.

“Permasalahan gizi adalah tantangan bersama yang harus dijawab melalui kolaborasi nyata seluruh pihak,” tegasnya.

Felly juga menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mendukung program-program gizi nasional melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Mari jadikan upaya perbaikan gizi sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera,” Tutupnya.

Dengan dukungan pemerintah, lembaga keagamaan, dan partisipasi aktif masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menciptakan generasi penerus yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Artikel Terkait