Anggota DPR RI Sebut Program MBG Sebagai Langkah Tepat untuk Hadapi Tantangan Global di Masa Depan
DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis.
Jembrana, Bali (26/4) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Bale Banjar Munduk, Pengambengan, Kabupaten Jembrana, pada Jumat, (24/4).
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan gizi nasional, termasuk stunting dan malnutrisi yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia.
“Kita semua menyadari bahwa gizi merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga kualitas kesehatan masyarakat. Kekurangan gizi seperti stunting masih menjadi tantangan besar yang dihadapi bangsa ini,” ujar Tutik.
Ia juga menekankan bahwa program ini bukan hanya intervensi jangka pendek, melainkan investasi besar untuk masa depan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Jangan takut program ini akan berhenti di tengah jalan. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat dan negara untuk menuju Indonesia Emas 2045. Kuncinya adalah pemenuhan gizi yang optimal untuk menciptakan SDM unggul,” tegasnya.
Selain berdampak pada sektor kesehatan, program MBG juga memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat, terutama melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan pangan.
Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sejak dini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang bangsa Indonesia.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, program MBG diharapkan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kesadaran gizi, serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.