Ilustrasi. Foto: Pinterest

Dinkes DKI Jakarta Temukan Tiga Kasus Hantavirus di Jakarta

 

Dinas Kesehatan (Dinkes DKI Jakarta) mendeteksi kasus hantavirus di Jakarta. . Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan, dan Dinkes DKI menetapkan sejumlah RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memperketat penga wasan dan memantau kontak erat selama 14 hari. 

Dikutip dari Kompas.com Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan adanya temuan kasus hantavirus di Jakarta. Dalam temuannya tersebut sedikitnya ada 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek yang masih dalam pemeriksaan.

Sebagai langkah mitigasi penularan, Dinkes DKI Jakarta mengirimkan surat ke seluruh fasilitas Kesehatan Jakarta dan menunjuk sejumlah RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memantau kemunculan kasus baru. Hantavirus adalah family virus yang dapat menyebabkan penyakit, seperti sindrom paru hantavirus (HPS) dan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).

Menanggapi temuan tersebut, Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengatakan, hantavirus rentan menular pada kelompok orang dengan gangguan imun. Selain itu, beberapa pekerja juga berisiko tinggi tertular virus ini.

"Mereka yang rentan adalah pekerja kebersihan, pekerja gudang, tentara di hutan, penjaga hutan, laboratorium, dan sebagainya," ucap Dicky Budiman.

Menurut Dicky, pasien yang terinfeksi hantavirus memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Sebagian pasien mungkin akan mengalami penyakit serius, tetapi ada pula yang meninggal dunia. Belakangan ini, beredar kabar bahwa salah seorang pasien terinfeksi hantavirus meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Bandung, Jawa Barat.

Dicky, tingkat kematian hantavirus sangat bervariasi pada masing-masing individu. Kondisi tersebut sangat bergantung pada jenis virus yang menginfeksinya. Meski begitu, harapan kesembuhan pasien juga cukup tinggi. Asalkan, pasien mendapatkan penanganan medis intensif lebih awal.

Dalam kondisi serius, hantavirus bisa menyebabkan kematian. Virus-virus ini sebagian besar disebarkan oleh hewan pengerat, terutama tikus melalui kotoran, cairan, atau urine yang bercampur dengan udara dan terhirup oleh manusia.

 

Artikel Terkait