Tips Memilih Ayam Segar dengan Kualitas Terbaik
Meski sekilas terlihat mirip, perbedaan kondisi ayam bisa berdampak besar pada kualitas dan keamanan
Kasus penitipan anak daycare Little Aresha Jogja yang beberapa waktu viral kini memasuki babak baru. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, DIY, membeberkan hasil asesmen terhadap sejumlah anak yang menjadi korban di tempat penitipan anak.
Melansir dari cnnindonesia.com kasus tersebut kini sedang diperiksa oleh DinKes Jogja yang memberikan fakta mengejutkan. Dari hasil penelitian tersebut, belasan anak terindikasi mengalami gejala gizi kurang dan gangguan tumbuh kembang.
Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan pemeriksaan tak hanya dilakukan terhadap korban yang terdata dalam laporan polisi. Pemeriksaan juga dilakukan kepada semua anak yang keluarganya mengadu ke tim khusus Pemkot Jogja yang menangani kasus ini.
"Sebetulnya kan kemarin ada 149 anak yang terdata, tapi kemarin yang baru diperiksa 131 anak. Tapi yang sudah diperiksa gizinya itu 125 kalau nggak keliru, karena ada yang kesuwen kelamaan nunggu atau gimana kan ya, belum sempat diperiksa psikolognya," sambungnya.
Dari ratusan anak yang telah diasesmen, Emma menjelaskan, belasan anak di antaranya terindikasi kurang gizi dan belasan anak lainnya terganggu perkembangannya. Gangguan perkembangan yang dialami seperti indikasi Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau ADHD hingga kemampuan perkembangan bicara lebih lambat (speech delay).
"Kalau kemarin itu 17 anak yang masalah gizi, yang gangguan perkembangan ada 13 anak. Gangguan perkembangan itu ada yang hiperaktif, ada yang autis. Ya itu baru diagnosis sementara nanti kan itu harus diperiksa lagi," jelasnya.
Meski belum semua korban diperiksa namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terdapat beberapa anak yang mengalami gangguan-gangguan tertentu.
"Itu kecenderungan ke sana, jadi kemarin belum didiagnosis pasti, baru sementara. Itu yang speech delay ada tiga anak, terus ada yang hiperaktif, ADHD, bahasanya ADHD," ungkapnya.
Emma menjelaskan, bagi anak yang terindikasi gizi kurang akan ditindaklanjuti dan didampingi puskesmas dekat domisili anak dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Dia menerangkan di puskesmas telah tersedia tim yang terdiri dari dokter, bidan, nutrisionis, hingga psikolog.
Sedangkan bagi anak yang terindikasi mengalami gangguan perkembangan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya akan dijadikan acuan untuk pemberian terapi selanjutnya. Proses penyembuhan anak yang mengalami gangguan pertumbuhan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Masing-masing anak juga membutuhkan waktu yang berbeda-beda sambil terus dipantau perkembangannya.