Dua Desainer Afrika Selatan mencari barang bekas di pasar. Foto: Reuters

Daur Ulang, Para Desainer Afrika Selatan Manfaatkan Limbah Mode Barat

Dua desainer Afrika Selatan, Khumo Morojele dan Klein Muis, menghabiskan waktu berjam-jam di sebuah pasar barang bekas mencari barang-barang fesyen di Dunusa, Johannesburg, Afrika Selatan.

Keduanya kemudian mendaur ulang apa yang mereka temukan menjadi pakaian atau aksesori yang menurut mereka mengekspresikan gaya Afrika yang unik.

Upcycling mengacu pada penggunaan kembali sebuah benda dengan cara baru tanpa merusak bahan pembuatnya.

Berbeda dengan daur ulang, umumnya melibatkan penguraian bahan asli dan membuatnya menjadi sesuatu yang lain.

Dalam proyek "Dunusa: Life of a Garment", membuat desainer mencari pakaian bekas dikirim ke Afrika dari negara-negara Eropa. 

Barang kemudian didaur ulang sehingga bernilai tinggi. 

Koleksi mereka dipamerkan di sebuah program seni internasional di Berlin, tanggal 14-16 Juli 2023, "Forecast Forum", dimana para seniman muda bisa mendapatkan bimbingan.

"Pertanyaan yang ingin kami jawab dengan proyek ini adalah kesenjangan antara bagian utara dan selatan... bagaimana beberapa bagian Afrika menjadi tempat pembuangan bagi negara-negara Eropa," ujar Muis, 22 tahun, dikutip dari Reuters, Minggu (16/7/2023).

Keduanya berkolaborasi dengan para pekerja kreatif Afrika lainnya. Mereka bekerja sama dengan pembuat sepatu Ghana dalam sebuah proyek mengubah sepatu bola tua menjadi sandal mencerminkan kecintaan Afrika dan Eropa terhadap olahraga ini.(*)

Artikel Terkait