Ilustrasi. Foto: Pinterest

Tren Thrifting Jadi Gaya Fashion Favorit Gen Z

Tren thrifting atau berburu pakaian bekas berkualitas kini semakin populer di kalangan Generasi Z. Fenomena ini tidak hanya menjadi pilihan gaya hidup hemat, tetapi juga dianggap sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya konsumsi fast fashion.

Berdasarkan rangkuman dari sejumlah penelitian dan artikel yang membahas fashion, Gen Z mulai meninggalkan pola konsumsi fashion berlebihan dan beralih pada konsep sustainable fashion. Thrifting dianggap mampu memberikan pengalaman berbelanja unik dengan harga terjangkau sekaligus membantu mengurangi limbah tekstil.

Fenomena ini banyak ditemukan di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Berbagai pasar thrifting hingga toko preloved kini ramai dikunjungi anak muda, terutama pada akhir pekan.

Salah satu mahasiswa di Bandung, Nabila (21), mengaku lebih tertarik membeli pakaian thrift karena memiliki model yang unik dan berbeda.

“Kalau thrifting itu rasanya lebih seru. Kita bisa menemukan barang yang limited dan harganya juga jauh lebih murah dibanding beli baru,” ujarnya.

Selain faktor harga, media sosial seperti TikTok dan Instagram turut memengaruhi perkembangan tren tersebut. Konten haul thrifting hingga mix and match outfit vintage banyak menarik perhatian Gen Z.

Pengamat fashion menyebutkan bahwa tren thrifting menjadi bagian dari perubahan pola pikir generasi muda terhadap industri fashion. Gen Z kini lebih memperhatikan aspek keberlanjutan serta identitas personal dalam berbusana.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran lingkungan, tren thrifting diprediksi akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari gaya hidup fashion generasi muda Indonesia.

 

Artikel Terkait