Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Achmad Ru’yat: Tak Hanya Anak-anak, Ibu Hamil Juga Jadi Prioritas MBG

Kabupaten Bogor, Jawa Barat (30/10) Ibu hamil menjadi salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) selain anak-anak. Ibu yang sedang mengandung perlu mendapat nutrisi yang terpenuhi dan tepat untuk kesehatan calon bayi dan ibunya agar tumbuh dengan optimal.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat saat sosialisasikan program MBG di Ciawi pada Rabu, (29/10). Nutrisi yang tepat kepada ibu hamil merupakan sumber utama untuk melahirkan calon penerus bangsa dimasa depan.

Sejatinya program Makan Bergizi Gratis akan menyasar empat kelompok penerima manfaat yakni anak-anak, ibu menyusui, balita dan ibu hamil. Keempat kelompok ini diharapkan menjadi harapan baru bagi bangsa Indonesia untuk menyongsong masa depan.

“Kebutuhan gizi bukan hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga bagi ibu hamil. Kondisi kesehatan mental dan fisik ibu akan sangat menentukan kualitas generasi mendatang,” tutur Achmad Ru’yat.

Program MBG ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang matang,” tambahnya.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

 

Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.

Memberikan gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. Pemeritnah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.

 

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

 

Artikel Terkait