Makna dan Sejarah Hari Kartini yang Diperingati Setiap 21 April
Momen Hari Kartini menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali perjuangan Kartini dalam memperjua
Kolaka, Sulawesi Tenggara (09/10) – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang terus dilakukan melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru saja digelar di Kelurahan Sakuli, Kabupaten Kolaka Senin, (6/10). Sosialisasi ini menjadi momentum strategis untuk memperluas pemahaman publik mengenai pentingnya gizi dalam membentuk generasi yang sehat dan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei, menegaskan bahwa sosialisasi bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi sarana edukatif untuk mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi berkualitas. Ia menilai, keberhasilan program nasional seperti MBG sangat bergantung pada tingkat literasi gizi masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, saya ingin memastikan masyarakat benar-benar memahami apa itu Program Makan Bergizi Gratis dan manfaatnya bagi anak-anak kita. Sosialisasi ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku perubahan menuju pola hidup sehat dan bergizi,” ujar Ahmad Safei.
Program MBG yang digagas DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dirancang untuk memberikan intervensi gizi yang merata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang sejak usia dini. Melalui sosialisasi ini, diharapkan muncul partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketahanan gizi keluarga.
Menambahkan, Kholiddin, Staf Promosi dan Edukasi Gizi BGN, menyebut bahwa MBG bukan hanya sekadar program bantuan pangan, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang.
“Makan itu penting, tetapi harus bergizi. MBG hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Sosialisasi seperti ini menjadi jembatan agar pesan gizi sampai dan dipahami masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, DPR RI bersama mitra kerja berupaya memastikan bahwa pesan gizi tidak hanya berhenti di tingkat program, tetapi benar-benar dipahami, diterapkan, dan diwariskan oleh masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.